Home / BANGKA BELITUNG / GNPDAS di Pantai Takari, Erzaldi Akui Sudah Tanam Lebih dari 2000 Pohon

GNPDAS di Pantai Takari, Erzaldi Akui Sudah Tanam Lebih dari 2000 Pohon

Oleh : Wina Destika

DESA REBO, LASPELA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman melakukan kegiatan menghijaukan kawasan Pantai Takari, Desa Rebo, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Sabtu (30/11/2019) pagi.

Aksi penghijauan berupa penanaman Pohon Buah-buahan di kawasan Pantai Takari, yang diikuti unsur Forkopimda, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Pejabat Pemkab Bangka, Tokoh Masyarakat, Kelompok Masyarakat Sadar Wisata, dan Pelajar itu, merupakan rangkaian Peringatan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GNPDAS) Tahun 2019.

Disela-sela aksi tanam pohon produktif tersebut, Erzrdi mengaku, seumur hidupnya hingga saat ini, Ia secara pribadi sudah menanam lebih dari 2000 batang pohon. Oleh karena itu, Ia mengajak masyarakat untuk terus menanam pohon dalam rangka membantu memulihkan kondisi lingkungan agar hijau kembali.

Berkenaan dengan Hari GNPDAS, Erzaldi saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, mengatakan, GNPDAS merupakan sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Pemerintah dan Masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam memulihkan hutan dan lahan demi penyelamatan sumber daya air dan lahan, serta pencegahan bencana.

Berbagai upaya pengelolaan sumber daya lahan, termasuk penanaman pohon, disampaikan Gubernur, harus dipandang dari persfektif yang lebih strategis dalam konteks bentang alam. “Perubahan simbolisasi dari Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia mengjadi GNPDAS harus dimaknai sebagai momentum untuk menempatkan betapa penting dan mendesaknya pemulihan DAS sebagai sebuah bentang alam,” kutip Erzaldi.

Agar sebuah sistem atau DAS tetap sehat dan berfungsi, maka ditambahkan Gubernur, keseimbangannya harus dijaga.

“Besar harapan saya dengan pendekatan yang lebih holistik dalam konteks DAS, berbagai program pengelolaan sumber daya alam dapat diinternalisasikan kedalam tata ruang, sehingga harmonisasi program dapat dilakukan berdasarkan pertimbangan dampak dan manfaat,” kutipnya lagi.

Lebih lanjut disampaikan Erzaldi, persoalan lahan kritis merupakan persoalan yang super kompleks dan multimensional. Bukan semata persoalan teknis, justeru aspek sosial yang sangat menonjol seperti laju kemiskinan dan lapar lahan, sebagian besar lahan kritis dikuasai masyarakat, dan adanya penolakan manakala lahan kritis dihutankan kembali.

Terkait hal tersebut, Ia menyampaikan himbauan kepada Pemda untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, memberikan perhatian dan komitmen untuk mendukung program-program nasional. “Bersama-sama kita selesaikan beban rehabilitasi lahan kritis yang sangat besar ini, dalam beberapa tahun ke depan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Marwan mengatakan, ratusan ribu hektar lahan di Babel rusak. Tidak ada cara lain, menurut dia, untuk menyelamatkan kondisi itu, kecuali dengan gerakan menanam pohon.

“Di daerah kita ini, seperti di kawasan Pantai Takari, kita berikan izin Hutan Kemasyarakatan (HKM), dimana masyarakat yang mengelola secara langsung kawasan ini menjadi kawasan wisata. Jadi, ini merupakan langkah pendekatan sosial yang kita lakukan kepada masyarakat untuk mengembalikan kondisi hutan dan lingkungan,” kata Marwan.

Dalam GNPDAS kali ini, sebanyak 1.100 pohon keras dan jenis buah-buahan di tanam di kawasan Pantai Takari ini. “Kita berharap pohon yang di tanam saat ini, 3 tahun ke depan kita sudah bisa menikmatinya,” ujar Marwan.

Sementara itu, Sekda Bangka mewakili Bupati Bangka, yang juga hadir dalam kesempatan itu, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Babel, dan menyatakan dukungan atas apa yang dilakukan oleh Pemprov Babel melalui GNPDAS.rill/(wa)

About winalaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish