Home / BANGKA BELITUNG / Marsidi Satar Mundur dari DPRD Provinsi, Apabila DPP Rekomendasikan Dirinya Maju Sebagai Cabup Basel

Marsidi Satar Mundur dari DPRD Provinsi, Apabila DPP Rekomendasikan Dirinya Maju Sebagai Cabup Basel

Oleh: Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – Niat disertai dengan petunjuk pelaksanaan organisasi kepartaian, H. Marsidi Satar akan maju pada Pilkada Basel 2020 nantinya.

Ia bertekad apabila mendapat rekomendasi dari DPP partai Golkar dan memenangi kompetisi Pilkada Basel, akan allout secara tenaga dan pikiran untuk dapat memenangkan Pilkada yang digelarkan lima tahun sekali ini.

Kendati demikian, saat ini dirinya sudah berada di zona nyaman yakni sebagai anggota legislatif Provinsi Babel dapil Basel, ia menegaskan akan siap mundur dari kursi legislatif tersebut apabila hasil survey DPP menyatakan elektabilitas dirinya tinggi di tengah-tengah masyarakat pemilih.

“Bagi kita karena sudah niat untuk maju Undang-Undang mau diubah mundur atau cuti tidak jadi persoalan yang jadi persolan elektabilatas tinggi di tengah masyarakat dan mendapat rekomendasi dari partai, jadi kita siap maju bukan karena cuti atau mndur, bagi kita tidak jadi persolan sebagai kader kita siap maju,” tegasnya.

Menurutnya dengan tekad bulat maju sebagai peserta Pilkada, ia mengatakan alasan maju di Pilkada Basel yakni menginginkan perubahan kearah yang lebih baik didalam pembangunan di Basel.

“Memang pembangunan saat ini sudah berjalan baik tapi lebih baik berpacu dengan kabupaten lainnya, agar Basel dapat mengoptimalkan potensi alam yang luar biasa juga harus digali dan berkompetisi dengan kabupaten lain,” pungkasnya.

Selain itu, ia juga berpandangan Basel saat ini roda perekonomian sangat lesu bahkan turun drastis dengan dibuktikan daya beli masyarakat yang semakin hari berkurang. “Ekonomi kita lesu daya beli masyarakat menurun, ini sebabnya tidak lain karena komiditi andalan kita seperti karet, sawit, timah dan sahang di harga yang rendah,” tandasnya.

Akan tetapi, ia meminta masyarakat jangan ikut dalam pusaran ekonomi yang terjun bebas. Hal ini bisa dibuktikan dengan kemajuan kabupaten lainnya yang tidak ada sumber daya alam seperti timah, tetapi perekonomian daerah lain masih stabil.

“Artinya ada hal-hal lain yang perlu dibina dan ditingkatkan lagi agar masyarakat tidak bergantung kepada timah yang sifatnya tidak bisa diperbarui,”.

“kita jangan terjebak dalam persolan itu karena banyak kabupaten lain di indonesia yang tidak memiliki sahang, timah dan karet, tapi mereka tetap survival tetap hidupnya lebih sejahtera dari pada kita,” lanjutnya.

Ia menilai, Basel perlu belajar dengan daerah lain yang sumber daya alam nya tidak memiliki timah, tapi masyarakatnya sejahtera dari sumber lainnya. “Ini perlu pemikiran harus terbuka jangan seperti katak dalam tempurung, belajar dengan daerah-daerah lain bagaimana mereka bisa maju menjadi kabupaten sejahtera,” sebutnya.

Ia berujar, masyarakat Basel harus lepas secara perlahan dari ketergantungan hidup sebagai penambang. “Jangan tergantung pada timah, kita harus melihat peluang lain dengan potensi yang ada di Basel ada sektor pariwisata, persawahan, perkebunan dan perikanan dan ini harus kita gali, optimalkan dan ekploitasikan demi kesejahteraan masyarakat Basel,” tukasnya. (Pra)

About nputralaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish