Home / BANGKA BELITUNG / Pengerjaan Landscape Kawasan Benteng Toboali Molor, Kontraktor Dikenakan Denda

Pengerjaan Landscape Kawasan Benteng Toboali Molor, Kontraktor Dikenakan Denda

Oleh: Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – Pengerjaan pembangunan Landscape di kawasan Benteng Toboali Laut Nek Aji Toboali, Bangka Selatan (Basel) yang pengerjaan oleh CV. R R Productions dan menelan biaya sebesar Rp. 1,355 miliar bersumber dari APBD Tahun anggran 2019 itu dinyatakan telat sejak tanggal 20 November kemarin.

Molornya pengerjaan itu juga dibenarkan oleh Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Proyek, Yudie Siswanto. Ia mengatakan masa kerja kontrak yang dilakukan oleh CV. R R Productions telah berakhir, Rabu, (20/11) kemarin.

“kita bersama Ketua DPRD Bangka Selatan dan tim sudah lakukan pengecekan di lokasi dan memang ternyata jangka waktu kerjanya ternyata sudah habis, Pengen tahun 2020 di lanjut lagi yang di pantai Laut Nek Aji hari ini mulai terhitung denda,” kata Yudi, Kamis (21/11).

Kedatangan Ketua DPRD Basel ke Laut Nek Aji untuk mengecek langsung pengerjaan pembangunan Landscape itu.

“Beliau (Ketua DPRD,) pengen fokus pengembangan wisata kota Toboali dengan face pariwisata kita pada tahun 2019-2020 dan fokus ke laut aji juga pantai klisut dan sekitarnya, Beliau pengen bangunan-bangunan kita megah dan terarsitektural,” sebutnya.

Ia menjelaskan, Dikarenakan tenggang waktu penyelesaian susah habis, kontraktor mendapat sanski berupa denda sesuai aturan yang berlaku yakni seperseribu dari nilai kontrak yang jika dirincikan yaitu lebih kurang Rp 1,3 juta per harinya.

“Kami juga akan menginstruksikan kontraktor untuk menambah tenaga kerja khusus finishing dan meminta kontraktor untuk tetap menjaga kualitas finishing akhir agar tidak mengalami kendala nantinya,” sebutnya.

Untuk penyebab keterlambatan pengerjaan, Yudi menyatakan jika keterlambatan dikarenakan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Dan juga pernah mengalami penggantian tukang sehingga pengerjaan terlambat, tukang yang sebumnya kita berhentikan semua karena kami anggap lambat dan kurang rapi. Dan itu kan butuh waktu pergantiaannya,” kilasnya

Ia menambahkan paling cepat penyelesaian selama dua minggu dan paling lama selama lima puluh hari pengerjaan. ” Untuk pembangunan yang di Pantai klisut tenggang waktu pengerjaan masih sampai 15 Desember nanti dan saya pengen hasil maksimal,” terangnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan landscape di kawasan objek wisata benteng Toboali ini baru tahap pertama yang telah menggunakan APBD tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1,355 miliar.

“Pembangunan Landscape di kawasan Benteng Toboali direncanakan pengerjaan dalam dua tahapan pertama tahun 2019 dan tahap kedua tahun 2020 yang akan menelan ABPD sebesar Rp 3 miliar,” ungkapnya. (Pra)

About nputralaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish