Home / BANGKA BELITUNG / 220 Peserta Ikuti Pembinaan Ibadah Syari’ah Di GSG Bateng

220 Peserta Ikuti Pembinaan Ibadah Syari’ah Di GSG Bateng

Oleh: Jon Piter Wartawan Laspela

KOBA, LASPELA– Sebanyak 220 peserta yang terdiri dari Pengurus Masjid, Petugas Pengurus Jenazah Desa, Penghulu Desa, dan Pengurus MUI, Irmas se Bateng, Pegawai Kemenag Bangka Tengah (Bateng), dan Kesra Setda Bateng, mengikuti kegiatan pembinaan ibadah Syariah, berupa pelatihan imam dan khatib, pembagian harta warisan, dan pengurusan jenazah, oleh MUI Bateng pada Pukul 09.00 s.d selesai, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Pemda Bateng, Selasa (12/11/2019).

Yang menjadi narasumber pada kegiatan ini antara lain, Pelatihan Imam dan Khotib oleh Ustad H. Ayatullah Mirza Kurnia, Pimpinan Pondok Bahrul Huda Sarang Mandi, Pembagian Harta Warisan oleh Dr. Fadholi MA, dosen IAIN SAS Babel , Pengurusan Jenazah oleh Drs. Kyai Ahmad Luthfi, Sekretaris Umum MUI Provinsi Kep. Babel.

Pada pembukaan kegiatan Pembinaan Ibadah Syariah, Bupati Bateng, H. Ibnu Saleh, mengatakan bahwa pelatihan ini untuk mengajak pengurus supaya lebih memahami, dan fokus dalam membantu melaksanakan Syariat Islam sebagai khatib dan imam dalam meningkatkan spiritualitas masyarakat.

“Pelatihan ini sangat spesial dan penting bagi khatib dan imam, pembagian harta warisan, dan mengurus jenazah sangat bermanfaat sekali mengingat peran dan kedudukan pemuka- pemuka agama tersebut yang selalu didepan, dan berinteraksi dengan masyarakat dalam kegiatan- kegiatannya,” kata Ibnu.

Ibnu menambahkan bahwa harus ada regenerasi pengurus kegiatan keagamaan, dan ia berharap agar orang muda mau belajar kepada yang lebih tua, saling berkolaborasi ilmu agama antara lain bagaimana mengurus jenazah, jangan takut saat berhadapan dengan jenazah.

“Kegiatan ini adalah penyegaran bagi pengurus keagamaan, saling silaturahmi sesama pengurus, sambil menambah khasanah keilmuan pengurus dalam melayani masyarakat serta bersinergi dalam menjaga akidah ummat, terlebih lagi di tengah masyarakat saat ini muncul berbagai fenomena penyimpangan ajaran agama oleh pihak- pihak tertentu, sehingga menjadi tugas dan tanggung jawab para pemuka agama atau pengurus ini dalam menangani berbagai isu agar dapat diselesaikan dengan baik,” pinta Ibnu.

Ibnu berharap agar kegiatan semacam ini dapat menjadi saluran informasi bagi masyarakat tentang berbagai kebijakan dan program- program Pemkab Bateng, dan ilmu yang didapat dari kegiatan ini dapat diamalkan untuk membantu masyarakat.

Dalam kegiatan ini, Bupati Ibnu memberikan bantuan uang pendidikan kepada pondok pesantren Al Muhajirin sebesar Rp. 3 jt, santri mualaf Rp. 2 jt, dan santri tidak mampu sebesar Rp. 1 jt.(*)

About wahyulaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish