Oleh: Andini Dwi Hasanah
SIJUK, LASPELA– Bank Central Asia kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai Bank yang peduli kepada lingkungan alam.
Bukit Peramun yang terletak di desa Air Selumar kecamatan Sijuk kabupaten Belitung ini berhasil meraih penghargaan pada ajang Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019 yang digelar pada 26 September lalu di Jakarta pada kategori pemenang Green Gold kategori Pelestarian Lingkungan.
Bukit Peramun dikenal sebagai wisata berbasis digital ini merupakan salah satu desa binaan BCA Bangka Belitung.
Bukit peramun ini terletak pada ketinggian 129 mdpl di wilayah Belitung Barat. Kekayaan flora dan fauna, dikembangkan dalam berbagai lokasi spot foto antara lain berupa rumah hobbit, jembatan merah, batu kembar dan mobil terbang.
Executive Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) BCA Inge Setiawati yang hadir dalam kunjungan atau pemantauan ke Bukit Peramun, Belitung tersebut mengatakan ia melihat potensi yang ada di Bukit Peramun berbeda dengan daerah lain, dan tidak dimiliki oleh tempat lain.
“Kami memilih sengaja bukan daerah pantai, karena kami lihat ternyata kaya sekali daerah ini dengan keistimewaan yang ia miliki, seperti tanamanya, batu-batuan, serta binatang yang sudah sangat langka sekali bisa ditemukan di sini,” ungkap Inge Setiawati saat kunjungan Bukit Peramun, Sabtu(09/11/2019)
Potensi pariwisata di Belitung menjadi salah satu daya tarik yang sudah tidak asing lagi. Sudah banyak para wisatawan lokal dan mancanegara yang menjadikan Belitung sebagai salah satu destinasi wisata karena keindahan alam dan kulturnya.
Istimewanya, Belitung juga memiliki Desa Wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Bukit Peramun yang menawarkan wisata alam, wisata edukasi, dan wisata petualangan. Satu hal lain yang menjadi keunggulan Bukit Peramun yaitu mengaplikasikan teknologi virtual guide untuk lebih memanjakan pengunjungnya dalam berwisata.
Wujud nyata peran dan dukungan BCA dilakukan dengan pendampingan dalam penguatan kapasitas dan SDM di desa binaan Bukit Peramun Belitung. Inge menambahkan, model pengembangan komunitas lokal yang dilakukan BCA selalu bertumpu pada potensi lokal yang sebelumnya belum maksimal dikembangkan.
“Sudah dua tahun terakhir BCA mulai melakukan pendampingan Desa Binaan Bukit Peramun. Sebagai langkah awal, kami memfasilitasi beberapa pelatihan, seperti Layanan Prima, Standar Layanan, Creative Selling Skill, dan Golden Heart Leadership. Di sisi lain, dalam rangka menunjang sarana dan prasarana, kami juga memberikan donasi untuk pengembangan mushola, digital information system, tugu/prasasti, dan lain-lain,” ujar Inge.
Inge menjelaskan, BCA itu dalam program CSR nya berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) jadi yang mereka sentuh pertama kali adalah bagaimana sumber daya manusia disini bisa siap menghadapi dan melayani turis atau wisatawan, jadi pertama diberikan pelatihan khusus bagaimana pelayanan yang prima.
“Kami optimis Bukit Peramun dapat berkembang secara optimal, unggul, dan dapat turut meningkatkan ekonomi negara baik melalui wisatawan lokal dan mancanegara,” tambah Inge. (din)