Home / BANGKA BELITUNG / Berbagi Ilmu Jurnalistik, Pokja Jurnalis Basel Jadi Pemateri di SMA Muhammadiyah

Berbagi Ilmu Jurnalistik, Pokja Jurnalis Basel Jadi Pemateri di SMA Muhammadiyah

Oleh: Nopranda Putra

* Gelar Lokakarya Kepenulisan, Pemateri Pokja Jurnalis Basel

TOBOALI, LASPELA – Tingkatkan siswa cerdas berliterasi, SMA Muhammadiyah Plus Toboali kembali menggelar Lokakarya Kepenulisan, Jumat (08/11). Kegiatan yang digelar di Aula SMA tersebut mengangkat tema “Pentingnya Generasi Millenial untuk Cerdas Berliterasi, Nyalakan Semangat Masa Depanmu”.

Lokakarya yang dibuka oleh Guru Muhammadiyah, Sadikin ini menghadirkan pemateri Anggota Pokja Jurnalis Basel, Devi Dwi Putra (Wartawan Klik Babel), Ade Imanda (Wartawan Kumparan Babel), Raziwar Erer (Wartawan Babel Pos), Sabpri Aryanto, Agustian Deny Ardiansyah, dan Supratman.

Dalam sambutannya Sadikin berharap para peserta lokakarya dapat memanfaatkan seluas luasnya kegiatan ini untuk memahami dunia jurnalistik serta tata cara kepenulisan lainnya.

“Para peserta bukan hanya sekadar memahami secara teori tetapi langsung melakukan praktik dengan menuliskan rilis berita serta tulisan lainnya seperti cerpen dan opini,” kata Sadikin.

Sementara itu, anggota Pokja Jurnalis Basel Devi Dwi Putra dan Ade Imanda memaparkan kepada para siswa cara membuat rilis berita dan mudah untuk dipublikasi ke media.

Kata kunci untuk pemula membuat rilis berita yakni dapat memahami kata kunci 5W dan 1 H yakni dengan artian What (Apa) dalam penulisan deskriptif, fungsi kata ‘apa’ adalah untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Tidak hanya apa yang sedang terjadi tapi juga bisa apa saja detail dalam kejadian tersebut.

Who (Siapa)
Kata ini berfungsi untuk menjelaskan pelaku atau korban dalam suatu peristiwa, cerita, atau fenomena yang hendak dituangkan dalam penulisan deskriptif tersebut. Hanya saja perlu diketahui secara bersama bahwa deskripsi si pelaku atau korban dalam penulisan deskriptif tersebut harus ditulis secara jelas agar si pembaca mengetahui ciri-ciri si pelaku atau korban tersebut.

When (Kapan)
Banyak yang keliru mengenai arti kata ‘kapan’ dalam penulisan deskriptif. Kata ini perlu dipahami secara kritis bahwa ‘kapan’ tidak hanya mengenai hari dan tanggal, tapi bisa juga tentang waktu dan musim.

Where (Dimana)
Setiap individu yang berkomunikasi dengan bahasa verbal, pasti mengetahui apa arti kata ‘dimana’. Semua akan setuju bahwa arti kata ‘dimana’ mengarahkan kita kepada suatu tempat atau lokasi. Dalam penulisan deskriptif bahasa Inggris, pengarahan lokasi atau suatu tempat juga dapat dideskripsikan dengan penjelasan-penjelasan detil tempat-tempat tersebut.

Why (Kenapa)
Ini adalah salah satu bentuk kata yang mengarahkan kita kepada suatu hal yang mengkritisi orientasi detail cerita dengan setiap unsurnya. Setiap unsur tersebut dijelaskan secara sistematis dan ‘kenapa’ hal tersebut bisa terjadi.

How (Bagaimana)
‘Bagaimana’ lebih mengarahkan kita kepada suatu penjelasan proses yang berisi tentang bagaimana hal tersebut dapat terjadi. Selain itu, fungsi dari arti kata ini juga dapat menjadi unsur penjelas setiap deskripsi agar kalimat lebih mempunyai alur penulisan deskriptif.

“Para peserta harus memahami kata kunci 5 W dan 1 H, ditambah dengan foto, banyak tema rilis yang bisa diambil di sekolah seperti kegiatan sekolah, PMI, PMR, Pramuka, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, guru atau murid yang berprestasi bisa dibuat menjadi rilis berita, 5 W 1 H ditambah foto, rilis berita akan menjadi menarik,” ungkap kedua pemateri. (Pra)

About nputralaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish