SUNGAILIAT, LASPELA — Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka menggelar pelatihan peningkatan kemampuan bagi petugas kesehatan dari tanggal 01-02 November 2019 di Ballroom Hotel Novilla Resort.
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) sebagai upaya untuk mencegah terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, serta masyarakat sekitar fasilitas pelayanan kesehatan.
Pada kegiatan ini di hadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya KesehatanDinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Narasumber kepala Instalasi Sterilisasi dan Binatu RSUP Fatmawati Jakarta, serta para dokter dan perawat se kabupaten Bangka.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Devi Irawati, S.Si, APT , dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi diseluruh negara di dunia.
“Upaya pencegahan dan pengendalian di fasilitas pelayanan kesehatan sangat penting apabila terlebih dahulu petugas dan pengambil kebijakan memahami konsep dasar penyakit infeksi, kewaspadaan isolasi dan penerapan PPI merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya Kejadian infeksi rumah sakit (HAIs),” Ungkap Devi Irawati.
Jenis infeksi penyakit yang sering terjadi pada fasilitas kesehatan akibat HAIs seperti infeksi aliran darah primer, infeksi saluran kencing dan infeksi daerah operasi.
Maka dengan adanya PPI diharapkan masyarakat agar dapat lebih paham dan peduli tentang pentingnya Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta dapat berperan aktif dalam mencegah terjadinya infeksi suatu penyakit.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka dr.Then Suyanti, MM menyampaikan bahwa pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan upaya untuk memastikan perlindungan kepada setiap orang terhadap kemungkinan tertularnya infeksi.
“Tujuan dan sasaran pada program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) sebagai upaya melindungi sumber daya manusia kesehatan pasien dan masyarakat dari penyakit infeksi yang terkait dengan pelayanan kesehatan baik di fasilitas pelayanan tingkat pertama, maupun di Faskes rujukan. Dengan cara memutus siklus penularan penyakit infeksi melalui kewaspadaan standar dan berdasarkan transmisi”. Ujar dr.Then Suyanti. (rill/Mah)