Home / BANGKA BELITUNG / Lestarikan Lingkungan, AirNav Tanamkan Lima Ribu Bibit Batang Mangrove

Lestarikan Lingkungan, AirNav Tanamkan Lima Ribu Bibit Batang Mangrove

Oleh: Andini Dwi Hasanah

TANJUNGPANDAN, LASPELA– Dengan Program Bina Lingkungan Tahun 2019 Bantuan Pelestarian Alam, Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) memberikan bantuan bibit mangrove dan Tukik (anak penyu) kepada HKm Juru Seberang Bersatu Gusong Bugis, Minggu (20/10/2019).

Dikatakan Manager CSR Airnav Indonesia, hermawansyah, pemberian bantuan ini adalah salah satu tugas Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, dan sekaligus untuk merayakan ulang tahun AirNav yang ke 7.

Penanaman bibit mangrove sebanyak 5 ribu batang dan pelepasan tukik sekitar 50 ekor di bibir pantai Gusong Bugis tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), serta seluruh tamu undangan yang hadir.

“AirNav ini kan perusahaan baru, baru 7 tahun dan kami harapkan dengan keberadaan kami ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi tujuan kita adalah AirNav untuk negeri, memberikan manfaat untuk lingkungan, khususnya adalah khusnya untuk Kantor Cabang Pembantu di Tanjungpandan,” kata Hermawansyah.

Hermawansyah juga mengatakan, jika mereka sudah setiap tahun melakukan bina lingkungan di lingkungan kantor AirNav Tanjungpandan. Khusus untuk tahun ini mereka fokuskan pada pelastarian alam.

Sementara itu, Ketua HKm Seberang Bersatu Marwandi mengucapkan terimah kasih atas bantuan yang diberikan kepada HKm Juru Seberang Bersatu dari AirNav dengan 5 ribu bibit mangrove dan pelepasan tukik.

“Kami atas nama HKm Juru Seberang Bersatu sangat berterimah kasih atas kegiatan ini, dan perlu sampaikan, BUMN telah banyak mendukung dan saya ucapkan terima kasih. Kami moohon dukungan dari semua pihak, terutama pengembangan geosite Juru Seberang ke depannnya,” ujar Marwandi.

Selanjutnya Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) juga mengharapkan bantuan-bantuan seperti ini bukan hanya diberikan melalui BUMN saja, tetapi juga dapat diberikan melalui pengusaha-pengusaha, sehingga geosite-geoside yang ada di Belitung dapat lebih cepat berkembang dan menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

“Kita juga berharap ini bisa menjadi contoh untuk generas penerus bahwa kita sudah melakukan ini (memperbaiki ex tambang timah menjadi destinasi wisata). Kita juga berharap tidak hanya sebatas ini saja, tetapi juga ini bisa berkelanjutan sehingga Belitung dapat menuju ke 10 Bali baru dan menjadi lebih baik lagi ke depan,” tutur Sanem. (din)

About wahyulaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish