Home / BANGKA BELITUNG / Dwi Andriani : Pelaku UMKM Babel Harus Mampu Mengangkat Potensi Daerah

Dwi Andriani : Pelaku UMKM Babel Harus Mampu Mengangkat Potensi Daerah

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – Asisten Deputi Peningkatan Kualitas SDM Perkoperasian Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM Dwi Andriani Sulistyowati
meminta pelaku UMKM di Bangka Belitung untuk mengangkat potensi daerah. Potensi daerah seperti perikanan harus diangkat menjadi sesuatu yang bernilai tambah dan diterima pasar.

“Pelaku UMKM harus mengangkat potensi daerah menjadi sesuatu yang memiliki nilai tambah. Untuk mendukung ini, pemerintah terus melakukan peningkatan kualitas SDM dan daya saing daerah,” katanya dihadapan 30 orang peserta pelatihan Keterampilan Usaha Produktif Angkatan II tahun 2019 di Hotel Sun Pangkalpinang, Rabu (8/10/19).

Pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang dari Kab Bangka Barat dan Kab Bangka Tengah. Pembukaan pelatihan ini dihadiri Kadis KUKM Prov Kep Babel Hj Elfiyena, Kabid Pengembangan Usaha Perikanan, Budidaya, dan Pengolahan Hasil Perikanan DKP Prov Kep Babel, Subantoro, dan Perwakilan Balai Riset dan SDM Kementerian Kelautan dan Perikanan Samdidi.

Dwi menuturkan bahwa Bangka Belitung sebagai provinsi kepulauan tentunya memiliki potensi perikanan yang besar dan melimpah. Potensi ikan yang melimpah ini harus mampu dikelola pelaku usaha menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

“Babel memiliki potensi perikanan yang besar. Ikan yang dihasilkan diperairan Babel tidak harus dijual mentah, namun bisa diolah agar memiliki nilai tambah, menjadi produk hasil pengolahan perikanan,” ujarnya.

Ikan hasil tangkap nelayan bisa diolah menjadi produk yang berkualitas. Oleh karena itu, Ia mengajak pelaku UMKM untuk dapat menciptakan kreatifitas dan terus berinovasi sehingga laku di masyarakat. Misalnya, mengolah ikan menjadi nuget, baso ikan dan lain-lain.

“Pelaku UMKM coba bikin baso, misalnya baso cinta dan dipacking dan dijual kemasyarakat. Nah, peningkatan nilai tambah dan penghasilan dari produk ini akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan,” katanya.

Selanjutnya, Ia menegaskan bahwa UMKM sebagai sektor penggerak ekonomi memiliki kontribusi pada perekonomian di Indonesia. Untuk itu, pemerintah terus berikan perhatian agar produktivitas dan kualitas SDM-nya terus meningkat.

Melihat kontribusi tersebut, Dia pun mengajak pelaku-pelaku UMKM yang telah memiliki produk untuk terus meningkatkan kulitas produknya, kemasannya dan pemasarannya. Selain itu, pelaku usaha juga harus membentuk kelompok atau badan usaha bersama, yakni koperasi. Karena melalui koperasi, pemasaran produk dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Pelaku usaha harus membentuk koperasi. Karena koperasi memiliki bargaining position. Koperasi memiliki posisi tawar yang lebih baik dan kuat dibandingkan pelaku usaha itu sendiri,” pungkas Dwi.(wa)

About winalaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish