Home / BANGKA BELITUNG / Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung akan Buat Tempat PKBM di Desa Aik Raya

Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung akan Buat Tempat PKBM di Desa Aik Raya

Oleh: Andini Dwi Hasanah

TANJUNGPANDAN, LASPELA– Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung merencanakan akan membuat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Desa Aik Raya.

PKBM ini sendiri sebelumnya memang tidak memiliki kantor permanen di Kecamatan Tanjungpandan, padahal diseluruh kecamatan yang ada di Belitung ini sudah ada PKBM. Disampaikan Juhri, Kepala Bidang (Kabid) Paud dan Pendidikan Non Formal, ia mengatakan untuk tempat PKBM, dirinya sudah berkoordinasi dengan Kepala Desa Aik Raya dan pihak desa pun sudah setuju untuk membuka PKBM di desa tersebut. Kamis, (09/10/2019).

PKBM ini dikhususkan untuk masyarakat yang ingin mengambil pendidikan Paket, paket A setara Sekolah Dasar (SD), paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dulu pernah ada (PKBM), tapi lambat laun, karena mereka merasa kurang murid mungkin, kita juga tidak mengerti. Tetapi memang kita berupaya, di jaman aku ini, itu (PKBM) akan kita bangkitkan kembali,” ujar Juhri.

Menurut Juhri, hal ini sangat diperlukan, karena PKBM yang saat ini menginduk pada Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Desa Aik Raya. Padahal SKB hanya difokuskan untuk balai pelatihan kerja, bukan untuk penyelenggara pendidikan paket.

“PKBM itu harusnya dak formal-formal amat, dia boleh belajar di bawah batang, boleh belajar di mana saja. Tidak mesti seperti anak sekolah umumnya,” kata Juhri.

Ia menjelaskan untuk pembelajaran dengan PKBM ini nantinya, akan dibuatkan tempat khusus di Desa Aik Raya, sehingga tidak menggunakan fasilitas sekolah. Untuk hal ini, katanya masih akan dibicarakan dengan Kepala Desa lebih lanjut.

Disampikan juga oleh Juhri, dalam kegiatan PKBM, masyarakat tak perlu khawatir dengan adanya biaya. Karena PKBM merupakan program pemerintah yang dikhususkan bagi mereka yang putus sekolah, bahkan pemerintah juga menyediakan anggaran untuk pembelian alat-alat belajar.

“Kalau dari Pemerintah Kabupaten itu dananya 25 ribu per orang untuk satu bulan. Kalau dari pusat, kalau tidak salah 350 ribu pertahunnya,” ungkapnya.

Dijelaskannya lebih lanjut, PKBM sendiri diperlukan agar masyarakat, yang tertinggal dari segi pendidikan masih dapat dapat melanjutkan pendidikan mereka dengan memperoleh ijazah paket.

“Sistem pembelajaran mereka ini tidak terikat waktu. Jadi ada PKBM yang dijadwalkan malam, karena menunggu mereka pulang dari kebun mungkin. Ada juga PKBM yang belajar pada hari-hari tertentu, misal seminggu 2 kali. Ada juga PKBM khusus, PKBM yang ada di lapas, namanya PKBM pengayoman,” ulasnya. (din)

About wahyulaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish