Home / BANGKA BELITUNG / Dirut RSUD Bantah Adanya Tindak Kekerasan Pada Pasien

Dirut RSUD Bantah Adanya Tindak Kekerasan Pada Pasien

Oleh : Dinda Agus Tiantie.

PANGKALPINANG, LASPELA – Sebelumnya seperti ramai diberitakan Senin 23 September lalu terjadi cekcok antara Pasien dan Satpam Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah kota Pangkalpinang. Cekcok bermula ketika Pasien bernama Idil (31) yang juga peserta BPJS tidak bisa menggunakan kartu BPJSnya.

Idil menjalani pengobatan di kaki kirinya akibat dari penggunaan pisau curter saat dirinya sedang bekerja yang tak sengaja meleset dan melukai kakinya.

Perawatan pengobatan ini ternyata tidak di tanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan, karena termasuk dalam “Kejadian Yang Tidak Diharapkan Namun Dapat Dicegah”.

Dirut RSUD Nugroho Muji Pamungkas saat konferensi Pers yang digelar di gedung A RSUD, menjelaskan kronologi kejadian. Selasa (24/9/2019).

“Pasien datang sendiri, dan ia meminta untuk diberikan pengobatan terlebih dahulu, dan Dokter yang bertugas segera melakukan pelayanan Pasien dengan membersihkan luka dan diperban,” ujarnya.

Setelah pelayanan pengobatan dilakukan, Pasien diminta untuk mendaftarkan datanya di Loket Pendaftaran.

“Petugas loket Kami mencoba untuk memberikan penjelasan kepada Pasien bahwa pengobatan tidak ditanggung oleh BPJS, dan meminta pembayaran tunai atau jaminan tanpa memaksa pasien, kami hanya menjalankan aturan, karena memang begitu aturannya,” lanjutnya.

Kemudian terjadi adu agrumen Pasien dan petugas Loket diruang pendaftaran, melihat itu Satpam mencoba menghampiri dan memberikan penjelasan kepada Pasien untuk terlebih dahulu membayar uang jaminan.

“Petugas telah memberikan penjelasan, untuk membayar terlebih dahulu uang jaminan, jika pengobatan ternyata di tanggung BPJS uang tersebut akan dikembalikan,” tutur Nugroho.

Situasi pun memanas, karena akan mengganggu pasien lain, Idil pun di arahkan untuk keluar dari area loket pendaftaran, melihat keadan tidak kondusif Satpam lain pun ikut keluar.

“Memang ada banyak Satpam yang berada dilokasi kejadian, mungkin ada 9 Satpam, dan ada sebagian Satpam magang yang sedang menjalankan pelatihan pegawai Satpam baru,” tuturnya.

Nugroho pun menjelaskan saat itu tidak ada yang dicekik seperti berita yang tersebar.

Hal ini kata Nugroho diperkuat dengan rekaman cctv RSUD, terlihat jika Satpam memeluk Pasien dan menjauhkan Pasien untuk melerai.

“Tidak ada yang dicekik disitu, tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan Satpam kami kepada pasien,” tuturnya.

Pihak RSUD kata Nugroho kedepan akan lebih meningkatkan pelayanan agar tidak terjadi kasus-kasus serupa. (dnd)

About wahyulaspela

x
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish