Agenda Coffee Morning BUMN Kali Ini Memfasilitasi Pengusaha Lokal Teripang

Oleh: Andini Dwi Hasanah

TANJUNGPANDAN, LASPELA- Kantor Pos Indonesia Cabang Tanjungpandan kali ini kebagian tempat untuk kegiatan rutin coffee morning Forum BUMN Belitung.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh kepala BUMN se Belitung dan juga menghadirkan tamu undangan yakni pengusaha lokal Belitung pengeksport teripang (gamat) bernama Yusuf, Kamis (15/08/2019).

Prospek komoditas hasil laut di Belitung harus dimanfaatkan dan dikembangkan baik untuk tujuan lokal, dalam negeri hingga keluar negeri. Dirinya menjadi role model bagaimana mengembangkan komoditas teripang/ gamat hingga keluar negeri.

“Selama ini saya sudah berkeliling di kota-kota besar jawa seperti jakarta, surabaya dan kota lain di luar jawa. Baru di belitung inilah saya baru bisa mengembangkan komiditi teripang/ gamat hingga keluar negeri. Baik dari segi kualitas barang, birokrasi pengiriman hingga transporting” kata Yusuf pengusaha lokal Belitung pengeksport teripang (gamat) ditengah acara tersebut.

Dirinya juga mengatakan bahwa kultur makan orang-orang di semenanjung China sudah biasa sehari-hari mengkonsumsi teripang, sarang burung walet hingga sirip hiu.

“Sehingga permintaan dari sana cukup tinggi,” tukasnya.

Sementara itu Humas BUMN Belitung Azmat Nuzul Pasa mengatakan agenda coffee morning hari ini sengaja mengundang Yusuf agar dapat mentrigger dan memfasilitasi pengusaha-pengusaha lokal lainnya.

“Nah nanti agar bisa mengembangkan bisnis lainnya yang beranjak dari bawah misalnya UMKM, industri rumah tangga bahkan yang sudah berbentuk badan usaha,” kata Azmat.

Azmat menjelaskan banyak contoh konkrit yang bisa dibantu oleh kawan-kawan BUMN, misalkan membutuhkan suntikan modal dapat melalui perbankan BUMN seperti BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BSM. Apabila butuh transporting ada kawan-kawan IPC, Kantorpos dan maskapai BUMN seperti Garuda, Sriwijaya, Citilink. Sehingga slogan BUMN Hadir Untuk Negeri benar-benar nyata dan tepat guna. (din)

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: