Home / BANGKA BELITUNG / Program Ibnu Saleh Bersama Membangun Ekonomi(Besame) Rakyat Dinilai Berhasil

Program Ibnu Saleh Bersama Membangun Ekonomi(Besame) Rakyat Dinilai Berhasil

Oleh: Jon Piter Wartawan Laspela

NAMANG, LASPELA- Dalam Acara Panen Jagung Pipil di desa Cambai Selatan, Bupati Kabupaten Bangka Tengah(Bateng), H. Ibnu Saleh mengatakan bahwa luas lahan tanaman jagung di Bateng berdasarkan data Tahun 2018 mencapai 242 hektar, di Semester I Tahun 2019 ini sudah bertambah menjadi 317,95 hektar, Selasa(10/7/2019).

Bupati Ibnu mengaku bahwa selain penyuluh rutin turun ke lapangan, pihak Pemkab Bateng bekerjasama dengan Balai pengkajian Teknologi Pertanian(BPTP) Babel untuk melahirkan teknologi dengan inovasi baru hingga produktifitas jagung pipil di Bateng terus meningkat dan terhindar dari gagal panen.

Petani Jagung Kelompok Tani(koptan) Merengkang Jaya Benteng menganggap Program Ibnu Saleh Bersama Membangun Ekonomi (Besame) Rakyat berhasil dilakukan karena selalu ada peningkatan luas areal pertanian jagung setiap musim tanam baru.

Bupati Ibnu mengatakan bahwa terjadi peningkatan luas areal pertanian jagung di wilayah Bateng,
“Berdasarkan Data, luas lahan tanaman jagung di Bateng mencapai 242 hektar di Tahun 2018, dan di smester I Tahun 2019 ini sudah bertambah menjadi 317,95 hektar, Koptan Merengkan Jaya Benteng saja perluasan lahannya diperbantukan mencapai 12 hektar, belum koptan lainnya.
Selain kita bantu dengan penyuluh rutin turun ke lapangan, kita juga terus menggandeng BPTP Babel untuk melahirkan teknologi dengan inovasi baru hingga produktifitas jagung pipil di Bateng terus meningkat dan terhindar dari gagal panen,” ungkap Ibnu.

Seorang Petani dari Koptan Merengkang Jaya Benteng, Repi Samboaga, mengungkapkan kekagumannya kepada Bupati Ibnu karena kepedulian yang diberikannya kepada petani,
“Kami kagum dengan kepedulian Pak Ibnu kepada kami petani jagung, kami merasakan sekali perhatian yang diberikannya, hingga kami berhasil panen jagung dengan hasil maksimal.
Kami mendapatkan banyak bantuan, diantaranya bibit jagung pipil untuk kapasitas lahan 12 hektar, pupuk, hingga teknologi dalam peningkatan produktifitas jagung, serta pendampingan dari penyuluh pertanian yang membantu kami mendapatkan hasil yang optimal,” ungkap Repi.

Saat ini koptan Merengkang Jaya Benteng,sudah menggarap lahan untuk tanaman jagung lebih dari 12 hektar, dan akan bertambah lagi 12 hektar menjadi 24 hektar, di 2 lokasi di Kecamatan Pangkalan baru, dan Kecamatan Namang.

Repi mengatakan bahwa hasil produksi jagung per hektar berkisar antara 5 sampai 6 ton dengan harga Rp. 5.000/Kg, dan tidak ada kesulitan terkait penjualan hasil panen karena sudah ada pengepul yang membeli hasil panen mereka,
“Hasil produksi jagung per hektar berkisar antara 5 sampai 6 ton dengan harga Rp. 5.000/Kg, sedangkan biaya produksi dari awal pengerjaan lahan hingga panen sebesar Rp. 15 sampai Rp. 18 juta/ hektar.
Jadi dalam 3 bulan, koptan kita bisa menghasilkan 72 ton jagung pipil saat ini, dan kemungkinan 3 bulan kedepan hasil panen akan meningkat menjadi 144 ton karena luas areal tanam kami meningkat 100%,” jelasnya.

Koptan juga kata Repi mengucapkan berterimakasih kepada Bupati Bateng atas banyak bantuan yang telah diterima, serta motivasi yang sangat berkesan.

About wahyulaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish