Home / BANGKA BELITUNG / Kisah Perjuangan Bambang Patijaya pada Pileg 2019, Hingga Duduk di Kursi untuk Posisi di DPR RI

Kisah Perjuangan Bambang Patijaya pada Pileg 2019, Hingga Duduk di Kursi untuk Posisi di DPR RI

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – Bambang Patijaya berhasil memperoleh suara terbanyak yakni 48 ribu suara masyarakat pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

Bambang Patijaya sendiri merupakan Caleg dari Partai Golkar yang mana berhasil mempertahankan satu kursi untuk posisi di DPR RI.

Namun dibalik perjuangan tersebut, ada cerita menarik Bambang Patijaya atau sapaan akrabnya BPJ ketika sudah mendapat nomor 3 untuk Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI. Dimana dirinya mengatakan bahwa pada saat ini nyali pria yang dikenal sebagai aktivis
pemuda itu sempat down saat mendengar kabar dari konsultan politik bahwa kursi Golkar akan hilang pada Pemilu serentak tahun ini.

“Jujur saya sempat down, ini konsultan politik yang bilang kalau kursi golkar akan hilang, jelas kami terkejut. Tapi disitu kami berpikir harus berjuang lebih ekstra lagi,” katanya usai buka puasa bersama dengan wartawan, di Restoran Gale-Gale, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (23/5/2019) malam.

Diakui BPJ, bahwa perjuangan satu tahun ini sangat luar biasa berat dan panjang serta hal yang patut disyukuri. Untuk itu ia merasa ada suatu kegembiraan karena terpilih pada Pileg 2019.

“Saya mendapat kepercayaan dari masyarakat Babel dengan 48 ribu suara, dan saya pikir ini adalah suatu yang sangat saya syukuri, karena terus terang tidak gampang untuk merebut hati masyarakat,” ucapnya.

Lanjut BPJ, dirinya mencerikan bahwa pada saat itu teringat kata Sekjen Golkar Idrus Mahram, bahwa untuk berkompetesi dua modal besar harus dipegang oleh seseorang, yakni modal sosial dan finansial.

“Saya selalu ingat kata-kata beliau, mau anda ikut sebagai wakil rakyatlah atau apalah pasti akan mengeluarkan modal, apa itu modal sosial dan modal finansial. Artinya jika kuat di modal sosial mungkin modal finansialnya tidak terlalu tinggi dikeluarkan, sebaliknya maka anda harus perkuatkan lagi modal sosialnya itu,” jelasnya.

Kompetisi di Pileg 2019 kata BPJ, begitu tinggi dengan lawan yang merupakan calon dari masing-masing partai adalah orang-orang yang mempunyai figus yang kuat, seperti mantan Gubernur Babel Rustam Effendi hingga mantan Bupati Bangka Tarmizi Saat.

“Tapi saya juga bukan orang yang sekoyong-koyong untuk maju (caleg DPR RI), saya orang yang berproses, dari nol bahkan. Saya juga aktivis yang pernah memimpin organisai kepemudaan KNPI,” tuturnya.

BPJ menambahkan, meski pertarungan sudah selesai. Ia mengharapkan ada masukan kepada dirinya saat duduk sebagai anggota DPR RI dapil Babel agar tak terlena dengan hutan belantara politik di Senayan.

“Anggota dewan ini bukan manusia super, jadi tolong saya dijaga dan dirawat karena saya mulai disini dari bawah.
Serta saya mohon ke depan diberikan masukan-masukan yang positif, dan doakan saya agar pandai membawa diri,” tutupnya.(wa)

About winalaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish