Home / BANGKA BELITUNG / Launching Buku, Bambang Patijaya dan Sofyan Lusa Paparkan Strategi Membangun Pariwisata Berkelanjutan dan Komprehensif di Bangka Belitung

Launching Buku, Bambang Patijaya dan Sofyan Lusa Paparkan Strategi Membangun Pariwisata Berkelanjutan dan Komprehensif di Bangka Belitung

PANGKALPINANG, LASPELA – Tokoh pemuda Babel Bambang Patijaya dan akademisi sekaligus pakar digital ekonomi Sofyan Lusa hari ini Minggu (17/3/2019), menggelar seminar pariwisata dan me-launching buku di Pangkalpinang, Babel.

Judul buku tersebut ‘Strategi Pariwisata Berkelanjutan Bangka Belitung’ dan ‘Kiat Sukses Bambang Patijaya (BPJ)’.

Seminar mengusung tema melestarikan budaya lokal sebagai aset Bangka Belitung dilehat di Aula Lt.2 Hotel Puri 56 Pangkalpinang, dihadiri sekira 135 an peserta dari beberapa kampus di Babel dan pelaku pariwisata, serta dipandu moderator jurnalis senior Bung Respi Leba.

“Launching buku strategi pariwisata kali ini ada enam BAB, yang mana hasil buah pemikiran saya selama mengikuti pendidikan di Lemhanas dan sebagai pelaku pariwisata,” ujar Ketua PHRI Babel Bambang Patijaya kala launching bukunya di Pangkalpinang, Minggu (17/3/2019).

Setelah pendidikan Lemhanas selesai, lanjutnya kemudian Bambang berpikir dari sudut pandangnya sebagai pelaku usaha dan asosiasi pariwisata.

“Saya bersama pak Sofyan sepakat ada beberapa hal yang kami bisa memberikan sentuhan dan pembaruan. Kemudian kami pikir bisa berkontribusi kepada bagaimana pembangunan pariwisata di Babel,” tuturnya.

Ia mengungkapkan ada dua hal yang dituangkan di buku ini oleh pak Sofyan Lusa terutama ada di Bab 2 tentang tinjauan teoritis dan pendapat akademisi. Kemudian pada Bab terakhir bagaimana memberikan sentuhan antara lain lewat sports tourism sehingga menjadi suatu kolaborasi yang luar biasa.

“Mudah-mudahan hasil karya kita bisa menjadi suatu nilai tambah, bagaimana kami memberikan satu karya untuk Babel terutama di dalam strategi pengembangan pariwisata,” sebutnya.

Kata Bambang strategi membangun pariwisata di Babel diperlukan suatu strategi berkelanjutan dan komprehensif. Berkelanjutan ini artinya memiliki sesuatu tahapan, maknanya ada suatu tahapan-tahapan yang harus dilalui.

“Bagaimana pembangunan infrastrukturnya, bagaimana dengan pengembangan destinasinya, dan bagaimana meningkatkan kualitas destinasi wisatanya,” ia menuturkan.

Kemudian lanjut Bambang pariwisata yang komprehensif itu artinya melibatkan semua pihak stakeholder, baik itu pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita dapat meningkatkan partisipasi masyarakat, kata kuncinya bagaimana semua ini bisa membawa keputusan bersama, berdiskusi, dan membutuhkan progres yang baik dalam membangun pariwisata di Babel,” sebutnya.

Pria yang akrab disapa BPJ itu juga menyatakan membangun pariwisata berkelanjutan dan komprehensif di Babel dibutuhkan sebuah branding (merk) dan selling (penjualan).

“Jadi untuk mendapatkan wisatawan baik di nusantara atau wisatawan mancanegara (wisman), agar berpergian ke Pulau Babel maka diperlukan suatu branding, selling, dan kualitas,”

“Branding ini sebuah pencitraan, dan selling cara kita bisa menjual suatu produk kita dalam hal pariwisata. Tentunya, dua kegiatan ini adalah suatu hal berbeda,” ucapnya.

Karena membangun pariwisata perlu dilakukan dengan keterpaduan enam komponen yaitu academic, business, community, government, dan media.

“Istilah keterpaduan itu dikenal sebagai Pentahelic Role Model, masing-masing memiliki peranan strategis untuk membangun pariwisata,” imbuhnya lagi.

Bahkan BPJ menjelaskan ada empat strategi utama peranan membangun pariwisata yakni 3 A 1E untuk membangun pariwisata berkelanjutan Babel yaitu pertama Accessibility (aksesbilitas) yaitu kemudahan dicapai oleh orang terhadap suatu objek.

Kedua Attraction (atraksi) yaitu suatu daya tarik sebuah destinasi yang ada di daerah tersebut perlu dikembangkan agar mempunyai ciri khas tersendiri dalam menarik wisatawan datang.

Ketiga Amenities (Amenitas) yaitu fasilitas fasilitas penunjang yang tersedia disebuah objek wisata, seperti tempat hiburan, belanja, dan penunjang lain yang lengkap dan bisa membuat wisatawan merasa nyaman.

Keempat Empowering The People, meningkatkan kesadaran masyarakat yang melek pariwisata.

“Jadi saya harap hadirnya buku ini, dapat menjadi rujukan baik dan praktis bagi para pelaku industri pariwisata, mahasiswa, masyarakat peminat kepariwisataan. Sekaligus bermanfaat bagi pemerintah, khususnya Pemda yang ingin membangun pariwisata daerahnya,” imbuh Bambang.

Dijelaskan Bambang sektor pariwisata dewasa ini merupakan salah satu sektor industri terbesar di dunia. Ini merupakan andalan penghasil devisa di berbagai negara.

Sektor pariwisata mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat, seperti lapangan kerja, pendapatan, taraf hidup, dan mengaktifkan sektor produksi lain di dalam negara penerima wisatawan.

Misalnya industri kerajinan tangan, dan industri cinderamata, penginapan/perhotelan, transportasi, dan lainnya.

Indonesia negara kepulauan memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata untuk dikembangkan. Sebab, dalam era globalisasi saat ini, sektor pariwisata merupakan industri terbesar dan terkuat dalam pembiayaan ekonomi global.

Bahkan diketahui kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari hingga Agustus 2017 tumbuh 25,68%. Angka ini tercatat lebih tinggi dibanding Singapura dan Thailand yang masing-masing hanya mencatat pertumbuhan 3,83% dan 5,05%.

“Berdasarkan angka pertumbuhan ini, devisa Indonesia berpotensi ikut terdongkrak naik hingga 25,68%,” bebernya.

Sementara untuk buku ‘Kiat Sukses Bambang Patijaya (BPJ)’ ini sebuah buku saku. Buku ini merupakan rangkuman dan rekaman kisah pengalaman saya, dan fakta ingin saya bagikan untuk para pembaca yang memiliki niat, dan komitmen yang sama untuk melangkah maju meraih masa depan, menggapai mimpi, mendapatkan kesuksesan.

Di kesempatan yang sama Akademisi sekaligus Pakar Digital Ekonomi Sofyan Lusa menambahkan buku pariwisata berkelanjutan ini dibuat dengan pendekatan sistem, menghasilkan ide dan gagasan yang tertuang dalam buku ini secara komprehensif, integral, dan holistik.

“Karena dalam industri pariwisata perlu memanfatkan digitalisasi untuk mempromosikan budaya Bangka Belitung. Melalui industri kreatif bukan secara kebetulan saja, karena semua ini dirancang by design,” paparnya.

Menurut Sofyan, perkembangan teknologi kian pesat sehingga memberikan semua aspek berpengaruh dalam berkehidupan.

“Kita juga bakal menghadapi industri 4.0, yang mana dunia digital seperti robot bisa menyamakan manusia, dll. Jadi bisa dikatakan perkembangan teknologi itu luar biasa,” pungkas Sofya.(TSofyanY

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish