Home / BANGKA BELITUNG / PNM Babel Bentuk Klaster Usaha Produsen Kue dan Kuliner

PNM Babel Bentuk Klaster Usaha Produsen Kue dan Kuliner

Oleh : Wina Destika

PANGKALPINANG, LASPELA – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM membentuk klaster usaha produsen pedangan kue dan kuliner yang beranggotakan nasabah binaan produk Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) wilayah Bangka Belitung.

Pada pembukaan klaster usaha ini, para anggota kelompok mendapatkan pelatihan perdana bertemakan “Siasat Cerdas, Perijin Jelas Usaha Naik Kelas”, yang diikuti lebih dari 60 nasabah,” kata Pimpinan cabang PNM Babel, Daniel Estimiki Silitonga, usai menghadiri kegiatan program Pengembangan Kapasitas Usaha Klasterisasi Usaha Kue dan Kuliner yang berlangsung di Hotel Sahid, Pangkalpinang, Rabu (13/3/2019).

Ia menyampaikan, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan kepada nasabah binaan, baik berupa pelatihan reguler ataupun pelatihan klaster yang berdasar pada kesamaan produk atau wilayah.

“Pada pembukaan klaster usaha produsen, pedangan kue dan kuliner ini, para nasabah binaan PNM ULaMM turut mendapatkan motivasi kewirausahaan guna meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam menjalankan usahanya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Daniel mengungkapkan, anggota klaster produsen, pedangan kue dan kuliner ini merupakan background nasabah secara umum. “Dan mereka kerap mengalami kendala usahanya,” jelasnya.

Selain itu, dijelaskan Daniel, PNM berkerjasama dengan PLUT dan ICSB Provinsi Bangka Belitung memberikan pelatihan kepada klaster usaha untuk memberikan solusi dan inovasi atas permasalahan yang mereka hadapi.

Sementara itu, terkait dengan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, disampaikan Daniel bahwa merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro,” terangnya.

Ia juga mengatakan, dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

“Dalam menentukan bentuk kegiatan PKU, PNM melakukan pendalaman terhadap kendala dan peluang usaha para nasabah, sehingga program PKU kami dapat tepat sasaran dan berdampak. Pendampingan dan pembinaan pun diberikan secara berkala dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Daniel menambahkan, saat ini PNM memiliki 2.457 kantor layanan, yang terdiri dari 63 kantor cabang PNM, 624 kantor layanan ULaMM dan 1.770 kantor cabang Mekaar. (Wa)

About winalaspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish