Home / BANGKA BELITUNG / KABUPATEN BANGKA BARAT / NEWS

Jumat, 12 Oktober 2018 - 14:20 WIB

Pak We Yan, Tokoh Budaya dan Kesenian Melayu Bangka Barat Tutup Usia

* Ketua DPRD Babar: Semangat Pak We Yan melestarikan Budaya Melayu Patut Dicontoh

MUNTOK, LASPELA – Dunia seni budaya melayu Bangka Barat, khususnya kota Muntok kembali berduka. Salah satu putra terbaik, tokoh seni dan budaya Melayu, Sopian Sahaba meninggal dunia di RSUD Sejiran Setason, Kamis ( 11/10/2018 ) pukul 00:40 WIB.

Seniman kelahiran 9 Agustus 1949 ini menderita stroke ringan dan dirawat di RSUD Sejiran Setason Kabupaten Bangka Barat sejak Sabtu ( 6/10 ). Terakhir, pria yang akrab disapa Pak We Yan ini dirawat di ruang ICU RSUD Sejiran Setason.

Ayah dari empat putra dan satu putri ini semasa hidupnya dikenal aktif dalam dunia kesenian dan budaya Melayu. Disamping piawai bermain biola, Pak We Yan juga pemain gasing handal. Kecintaannya terhadap gasing dia buktikan dengan membawa olahraga tradisional Melayu Bangka Belitung ini hingga ke tingkat international di Lituania. Gasing merupakan kecintaan Pak We Yan yang tidak pernah dia tinggalkan hingga akhir hayatnya.

IMG-20181012-WA0030

Semasa mudanya, Pak We Yan juga aktif di dunia olahraga. Salah seorang pendiri Sanggar Panglima Angin ini pun aktif bergabung dalam ormas yang berkaitan dengan seni budaya dan sejarah, diantaranya Muntok Heritage Comunity ( MHC ) dan Muntok History Volunteers Group ( MHVG ).

Begitu banyak sumbangsih Pak We Yan di dunia seni budaya Melayu. Bahkan Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyempatkan diri melayat kerumah duka di Kampung Teluk Rubiah Muntok, disela acara Natak Kampungnya, Kamis ( 11/10 ) pagi. Begitu pula Ketua DPRD Bangka Barat Hendra Kurniady dan para tokoh budaya kota Muntok turut hadir dirumah duka.

Dimata Lintang Tatang, putra ketiga Pak We Yan, Sang Ayah merupakan figur yang sederhana tapi memiliki pergaulan yang luas, penyayang, penuh perhatian terhadap keluarga, mempunyai sifat yang tulus ikhlas dan sangat sayang pada cucu – cucunya.

 

Begitu pula dengan Ketua DPRD Bangka Barat Hendra Kurniady yang merasa begitu kehilangan sosok seniman multi talenta ini.

” Kita kehilangan seorang tokoh melayu Bangka Barat. Sopian Sahaba alias Pakwe Yan adalah seorang seniman Melayu yang memiliki talenta yang beragam yang susah dicari bandingannya. Beliau orang yang supel dan memiliki pergaulan yang luas serta pengetahuan akan kesenian Melayu yang mumpuni. Kecintaannya terhadap budaya Melayu yang ingin beliau jaga dan wariskan kepada generasi muda tidak diragukan lagi,” kata Hendra.

Menurut Hendra, kontribusi dan dedikasi Pak We Yan dalam memajukan dan melestarikan budaya dan kesenian Melayu tidak sedikit.

” Oleh karena itu, kita sangat kehilangan dan berduka atas kepergian beliau. Mudah – mudahan kita bisa mencontoh semangat dan pengabdian yang beliau berikan dalam melestarikan dan memajukan budaya dan kesenian melayu Bangka Barat,” pungkas Hendra. ( SK )

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Pengurus Ranting SBH Sungailiat Resmi Dilantik

BANGKA BELITUNG

Suriyanto : Belum Ada yang Terjangkit Corona

BANGKA BELITUNG

Berubah Status, Ketiga Tersangka Dugaan Tipikor Mamin di Setda Basel Ditahan di LP Tua Tunu

BANGKA BELITUNG

Mudik Lebaran 2017, BPJS Kesehatan Ingatkan Faskes Tak Pungut Biaya Tambahan

BANGKA BELITUNG

Wagub Sebut Bantuan PT. Unggul Cipta Teknologi Dapat Meningkatkan Kualitas Nelayan Belitung

BANGKA BELITUNG

Paripurna DPRD Babel, Fraksi Golkar Menolak RZWP3K untuk Ditetapkan Menjadi Perda

BANGKA BELITUNG

SD 6 Koba Gelar Pelepasan Siswa di Sekolah

BANGKA BELITUNG

Firmansyah Levi Harapkan Anak-anak Babel Menjadi Figur yang Luarbiasa
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: