Chit Ngiat Pan di Kelenteng Kung Fuk Miao Muntok Lebih Ramai Dibanding Tahun Lalu

MUNTOK, LASPELA – Berbeda dari tahun sebelumnya, tradisi sembahyang rebut atau Chit Ngiat Pan yang digelar di Kelenteng Kung Fuk Miao Muntok pada Sabtu ( 25/8/2018 ) malam ramai dijejali pengunjung. Bahkan terjadi kemacetan di pintu masuk kelenteng.

Tidak hanya masyarakat Tionghoa, pengunjung non Tionghoa pun terlihat membaur berdesak – desakan di pintu masuk kelenteng. Patung Thai Se Ja kali ini pun sangat besar, dengan ketinggian sekitar lima meter, tampak sangat menarik perhatian.

Perbedaan ini pun diakui Ketua Kelenteng Kung Fuk Miao, Liem Sen Khian. Menurut dia, Chit Ngiat Pan kali ini memang lebih ramai dan berbeda dari tahun 2017 silam. Juga sembako dan item – item sembahyang rebut kali ini pun bertambah banyak.

20180825_200635

” Ya lumayan, memang lebih ramai malam ini. Memang adat kita tuh biasa. Mungkin masyarakat Muntok ini kan melihat ramai begini, jadi ditambah terus. Apalagi misalnya tahun ini mengeluarkan dana sekian, rupanya tahun yang akan datang nambah lagi,” jelas Liem Sen Khian.

Ramainya pengunjung kata dia, tidak hanya dari masyarakat Tionghoa saja, tapi juga dari berbagai suku. Mereka sengaja diundang mengingat Kelenteng yang berdekatan dengan Masjid Jamik Muntok ini telah dijadikan cagar budaya.

Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, SH yang datang diawal acara sempat meyampaikan sambutannya, sebelum pergi ke Parit Tiga untuk menghadiri acara yang sama.

” Kami dari Pemkab Bangka Barat sangat mendukung acara ini, dan ini telah menjadi agenda pariwisata di Bangka Barat, karena kita tahu acara ini bukan hanya di Muntok saja, tapi juga ada di daerah – daerah lain di Kabupaten Bangka Barat,” ujar Markus.

Markus juga mengucapkan terima kasih kepada pihak – pihak yang telah melestarikan tradisi Chi Ngiat Pan yang sudah membudaya.

” Kita minta jaga persatuan dan kesatuan, saling menghormati, kita saling menjaga keharmonisan di daerah yang kita cintai ini,” tutupnya. ( SK )

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: