Home / EKO-BISNIS / HIPMI Babel Perjuangkan Lada Muntok White Pepper ke Eropa

HIPMI Babel Perjuangkan Lada Muntok White Pepper ke Eropa

Oleh: Agus Ismunarno dan Abdullah RandiEditor in Chief dn Businesa Manager.

  • R. Indra Sandy: Tidak Ada Perdagangan Lada Langsung ke Eropa
  • Promosikan Babel Sebagai 10 Destinasi Bali Baru
  • Duta Besar Perancis Merespon Perjuangan HIPMI Babel
  • Kunjungan Kerja HIPMI Memungkinkan Membangun Jaringan Dagang

PARIS, LASPELA- Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepulauan Bangka Belitung R. Indra Sandy memperjuangkan perdagangan lada Muntok White Pepper agar bisa masuk pasar Eropa langsung melalui Kedutaan Besar yang ada di Eropa seperti Perancis, Italia, Belgia dan Monaco.

Perjuangan delegasi HIPMI Babel itu disampaikan R. Indra Sandy saat mengikuti misi promosi dagang dan kunjungan kerja HIPMI se Indonesia ke Eropa selama 7 hari ke empat negara Eropa seperti Italia, Perancis, Belgia dan Belanda. Misi yang diinisiasi Badan Pengurus Pusat HIPMI itu juga diikuti perwakilan pengusaha muda dari seluruh provinsi di Indonesia.

HIPMI Babel, tandas R Indra Sandy membawa dua misi penting yaitu mempromosikan komoditas traditional Kepulauan Babel yaitu Lada Putih atau yang dikenal di dunia dengan nama Muntok White Pepper dan potensi ekonomi Pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung sebagai 10 Destinasi Prioritas Bali Baru.

Kedua misi ekonomi itu disampaikan R. Indra Sandy setelah bertemu dengan Atase Perdagangan RI di Italia pada hari pertama dan hari ketiga dalam rapat dan makan siang bersama Duta Besar Indonesia untuk Perancis dan Monaco, Hotmangaraja Panjaitan serta atase perdagangan Megawati di KBRI Paris, Perancis.

R. Indra Sandy menyampaikan, “Lada Bangka Belitung Muntok White Pepper sampai saat ini masih memiliki potensi pasar yang sangat besar di Eropa dan harganya tinggi. Namun saat ini, hampir tidak ada lada putih Babel yang bisa memiliki pasar langsung di Eropa.”

Kini, lanjut R Indra Sandy, pemasaran lada putih ke Eropa harus melalui beberapa tingkat sebelum sampai ke Eropa.

“Ini sangat merugikan pihak penghasil yaitu Indonesia dan Kepulauan Bangka Belitung khususnya. HIPMI Babel memperjuangkan dan menerobos jalur perdagangan lada putih Bangka ini,” kata R Indra Sandy kepada LASPELA Media Group seusai pertemuan.

Sebagaimana realitas yang terjadi, hari-hari ini harga lada putih Bangka jatuh di kisaran Rp 50 ribu per kilogram sehingga para petani lada Babel menjerit karena harga itu masih jauh dari harga produksi, menanam, merawat, memupuk dan jasa memanen lada.

Dubes Merespon

Duta Besar RI untuk Perancis Hotmangaraja sangat merespon Ketua Umum HIPMI Babel R Indra Sandy tentang keprihatinan masalah harga lada Kepulauan Bangka Belitung dan pemasarannya. Ia berharap agar HIPMI Kepulauan Bangka Belitung bersama kedutaan besar di Eropa bersama-sama dan bekerja sama mencari akar masalah dan menetapkan solusi.

Menanggapi misi pariwisata Kepulauan Bangka Belitung yang disampaikan R Indra Sandy, Duta Besar Hotmangaraja siap memberikan dukungannya dan akan mempromosikan keindahan destinasi wisata Babel kepada masyarakat Perancis, Belgia, Italia dan Monaco serta masyarakat Eropa lainnya.

Tanggapan yang sangat positif dan serius serta sangat solutif, kata R Indra Sandy, disampaikan langsung oleh Duta Besar dan Atase Perdagangan yang juga langsung mengundang HIPMI Kepulauan Bangka Belitung untuk turut serta dalam Expo promosi produk dan budaya Indonesia di Perancis pada akhir September 2018.

“Sangat responsif dan solutif. Beliau-beliau di Atase Perdagangan langsung mengundang HIPMI Babel pada Expo bergengsi untuk promosi produg dan budaya di Perancis, akhir September 2018” kata R Indra Sandy kepada LASPELA.

Perjalanan Kunjungan Kerja HIPMI se Indonesia masih akan berlanjut ke Belgia dan Belanda. Perjalanan kunjungan kerja HIPMI Indonesia ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum HIPMI Pusat Bahlil Lahadalia dan 13 Ketua Umum Daerah. Total pengusaha muda yang terlibat dalam misi promosi dan dagang sekitar 60 orang.

Delegasi HIPMI Indonesia itu diterima langsung oleh Duta Besar didampingi sejumlah jajarannya, termasuk atase perdagangan Indonesia di Perancis. Perancis adalah negara yang bidang industrinya sangat kuat, bahkan termasuk yang paling kompetitif di dunia.

Perancis telah mencanangkan proram pembangunan industrinya dengan nama Industries du Futur, seperti halnya di Jerman dengan program Industrie 4.0 dan China dengan konsep China Manufacturing 2025.

“Kunjungan kerja ini sangat bermanfaat dan membuka mata para pengusaha muda untuk belajar banyak, membangun networking sehingga dengan membangun jaringan itu bisa dibangun kerja sama antara stakeholder di Prancis dan HIPMI seperti workshop dan industry visit berkala di Perancis dan negara Eropa lainnya yang melibatkan anak-anak muda Indonesia. Selain itu kita sebagai pengusaha muda bisa melihat langsung peluang ekspor yang bisa kita ambil,” kata R Indra Sandy. (*)

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish