Home / BANGKA BELITUNG / Terkait Penolakan Pasien, Kepala Puskesmas Payung Membantah

Terkait Penolakan Pasien, Kepala Puskesmas Payung Membantah

Oleh : Nopranda Putra

TOBOALI, LASPELA – Terkait pemberitaan disejumlah media yang menyoroti pelayanan puskesmas payung, kecamatan payung kabupaten Bangka Selatan, senin (16/7) malam itu yang tidak menerima pasien atas nama Jum’ah (65) asal desa Jelutung untuk masuk unit gawat darurat (UGD) ditanggapi serius oleh kepala puskesmas payung, dr. Helen.

Menyikapi hal tersebut, Helen membantah atas tudingan pihak keluarga pasien kalau perawat jaga di Puskesmas Payung tidak mengindahkan pasien Jum’ah (65) yang berniat berobat ke Puskesmas Payung.

“Adanya informasi yang saya dapatkan terkait adanya pasien dari desa Jelutung yang mau berobat (masuk UGD,red) ke Puskesmas Payung yang tidak dilayani oleh perawat jaga itu tidak benar adanya, dan saya mau klarifikasi bahwa itu tidak benar,” tegas Helen.

Diceritakan kronologisnya, Helen menjelaskan bahwa kejadian saat itu, memang ada pasien atas nama Jum’ah (65) desa Jelutung datang ke Puskesmas Payung untuk berobat karena diketahui gangguan sesak nafas dan saat mereka datang, di UGD ada pasien juga yang sedang ditangani perawat.

“Kami tidak ada menolak pasien tersebut, dan kami sudah menyarankan keluarga pasien untuk membawa pasien masuk ke ruang ugd, tapi mereka tidak mau menurunkan pasien keluarganya. Dan sempat cekcok mulut pihak keluarga pasien langsung membawa pasien untuk pindah ke Puskesmas Simpang Rimba,” ujar Helen kepada wartawan, Selasa (17/7).

Dengan sikap itu, pihak Puskesmas Payung memaklumi dan memahami tindakan kelurga pasien. “Tapi hal itu kami maklumi karena keluarga pasien panik dan mencoba untuk mengambil langkah pindah penanganan ke Puskesmas Simpang Rimba,” tukasnya.

Dijelaskan Helen, bahwa saat ini Puskesmas Payung terkendala tenaga medis, sehingga apabila ada pasien berobat tenaga medis baik perawat maupun bidan sempat kewalahan melayani pasien berobat.

“Puskesmas kami terkendala sumber daya manusianya yang tidak cukup, apabila shift malam itu cuma ada 2 perawat kami yang siaga. Walaupun begitu, perawat kami tetap memberikan perlakuan pelayanan terbaik bagi pasien yang masuk Puskesmas Payung, dan kami juga sudah menerapkan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan untuk dokter jaga ada 2 orang di Puskesmas Payung, ” ungkap Helen.

Lebih lanjut, Helen akan lakukan pendekatan ke pihak keluarga pasien tersebut.Dan berharap permasalahan ini putus sampai disini dan tidak berlanjut dikemudian harinya.

“Harapan kami maslah ini segera selesai dan jangan sampai berlanjut. kami juga saling mengerti, karena hal ini akibat keterbatasan tenaga medis yang kurang memadai,” tutur Helen yang baru dua tahun ini menjabat sebagai kepala Puskesmas Payung.

About noprandaa

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish