Home / BANGKA BELITUNG / Ada Karakter Wisatawan yang Menjadikan Homestay Jadi Pilihan Unik

Ada Karakter Wisatawan yang Menjadikan Homestay Jadi Pilihan Unik

Oleh: Agus Ismunarno
Wartawan LASPELA Media Group

SUNGAILIAT, LASPELA – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs A Rivai mengatakan banyak peluang yang bisa digarap oleh REI Babel dalam rangka mewujudkan sinergitas properti dan pariwisata di Kepulauan Bangka Belitung. Banyak rencana pengembangan pariwisata Babel yang akan menyentuh dan memberi peluang kepada pengusaha di lingkungan REI untuk ambil bagian berkontribusi terhadap sektor pariwisata.

“Selain destinasi eksisting banyak pengembangan infrastruktur pariwisata yang sedang digarap seperti KEK Tanjung Kelayang (PP NO. 6 TH 2016), Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sedang berencana mengembangkan Kawasan GEOPARK.

Belitung ditetapkan sebagai kawasan Geopark Nasional pada Desember 2017 dan Geopark Bangka dalam Proses Prastudi,” kata Rivai dalam pemaparan pada FGD dalam rangka Halal Bihalal REI Babel Bersama Stake Holder di Tanjung Pesona Beach Resort and Spa, Senin (9/7-2018).

KEK Sungailiat, Bangka dan KEK PAN SEMUJUR Bangka Tengah yang dalam proses persiapan kelengkapan dan pengusulan dengan Target 2018 sudah ada kejelasan status atau penetapan menurut Rivai juga membuka luas peran REI untuk berkontribusi dalam menyediakan properti pariwisata.

Merespon Ketua REI Babel Ir Thomas Jusman MM, Rivai menilai program homestay merupakan terobosan yang strategis.

“Banyak tipe wisatawan yang datang di negeri kita. Banyak di antara mereka yang bosen tidur di hotel dan pengin pengalaman wisata yang unik dan natural tidur di homestay,” kata Rivai.

Rivai memberikan data mulai munculnya Homestay di Babel, “Dari catatan Dinas Pariwisata sudah ada 243 homestay dengan jumlah kamar 475. Sementara jumlah akomodasi 144 dengan jumlah kamar 3 881 di tahun 2017 meningkat menjadi 154 akomodasi dengan 4.402 kamar.”

Pariwisata Lokomotif

Ketua REI Babel Ir Thomas Jusman MM mengemukakan komitmen dan konsistensi REI dalam mengambil peran dalam momentum simbiose mutualisme: mendorong Pariwisata Daerah dan Nasional sekaligus mengambil/mengandung manfaat bisnis.

“MINDSET berubah. REI bukan hanya bicara hunian, tetapi infrastruktur pariwisata juga,” kata Thomas Jusman.

Simbiose Mutualisme, kata Thomas Jusman, tercipta dalam konsep Sinergi Properti dan Pariwisata. Sinergi ini telah digaungkan secara massif dan menjadi tema sentral dalam HUT ke 46 REI di Babel. Sinergi Properti dan Pariwisata ini mendapat liputan luas dari media massa dan media sosial.

“Komitmen ini diformalkan dalam MoU REI dengan Kementrian Pariwisata dalam Sinergi Properti dan Pariwisata yang melibatkan Kementrian PUPR. Program Unggulan REI (Properti dan Pariwisata) itu mendapat momentum yang pas karena salah satu program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah mengembangkan industri pariwisata.

Seperti diketahui, step by step mulai dibenahi oleh Pemerintahan Presiden Jokowi dengan mengembangkan Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) yang salah satunya adalah untuk memajukan pariwisata. Salah satu langkah dasarnya adalah sosialisasi dan edukasi untuk masyarakat setempat agar lebih sadar wisata.

“Pada titik kesadaran yang tinggi itu konsep Sinergi Properti dan Pariwisata masuk yaitu pengembangan homestay di berbagai daerah potensi wisata yang dimiliki dan dikelola oleh masyarakat setempat hingga homestay yang bisa diperjual belikan sebagai produk investasi,” kata Thomas Jusman.

Sedang Aries Gumaya menyampaikan Dinas PUPR mengantisipasi semua pergerakan pengembangan wisata dengan berbagai macam fasilitas insfastruktur jalan dan infrastruktur lainnya.

“Realisasi konkritnya adalah infrastruktur yang kita lengkapi untuk program KEK Tanjung Kelayang. Demikian pula dengan kawasan pengembangan pariwisata lainnya,” kata Aries Gumaya.

Aries Gumaya juga menyampaikan perkembangan pembangunan Jembatan Bangka Sumatera yang sedang dalam proses studi kelayakan.

“Kita sedang pra studi kelayakan; mengkaji juga berbagai kemungkinan berupa terowongan atau membangunnya diatas air sepanjang 13-14 km. Dari segi penonjolan memang di atas air namun dipertimbangkan pula lalu lalang kapal,” kata Aries Gumaya.

Sementara Perbankan yang hadir dalam FGD Halal Bihalal REI seperti BTN, Bank Sumsel Babel, BCA, Mandiri menyatakan siap membiayai program-program sinergi properti dan pariwisata.

“Bahkan kita sudah melakukan pembiayaan untuk homestay di Belitung,” kata Sulistyo dari BTN (*).

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish