Home / BISNIS / Harga Emas Turun Akibat Pulihnya Dolar AS

Harga Emas Turun Akibat Pulihnya Dolar AS

* Konflik AS dengan China dan isu Brexit masih menjadi penahan laju penurunan harga emas

LASPELA – Harga emas turun di sesi Eropa (10/7/2018) sore kemarin, menyerahkan kekuatan yang didapat dari sesi-sesi perdagangan sebelumnya. Dolar AS yang mulai menampakkan pemulihan membuat emas harus mengalah dan melangkah turun. Gejolak global berpotensi ketidakpastian seperti kebijakan tarif impor AS dan kemelut Brexit, rupanya tak cukup untuk membantu emas mempertahankan bull-nya.

Harga emas spot turun 0.1 persen ke angka $1,256.79 per ons pada pukul 14:09 WIB. Harga tersebut bergerak menjauhi level tertinggi sejak 26 Juni lalu, yang tercapai di harga $1,265.87 pada sesi sebelumnya. Sementara itu, harga emas futures di Comex untuk pengiriman bulan Agustus melemah 0.2 persen ke angka $1,257.40 per troy ons. Penurunan itu seiringan dengan harga emas ANTAM yang susut Rp1,000 dari harga kemarin. Emas ANTAM diperdagangkan pada harga Rp649,000 per gram hari ini, dengan buyback price Rp577,000 per gram.

**Dolar AS Menguat

Analis National Australia Bank (NAB) John Sharma mengatakan, motor utama penurunan harga emas hari ini adalah Greenback. Siang tadi, Dolar AS menguat terhadap mata uang-mata uang mayor seiring dengan kembalinya minat risiko, karena para investor mengesampingkan dampak buruk yang ditimbulkan oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat kepada China. Sebelum ada indikator ekonomi yang menjadi bukti penurunan akibat fenomena tersebut, maka tak ada alasan bagi mereka untuk khawatir membeli aset minat risiko.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Dolar terhadap enam mata uang mayor, naik 0.04 persen ke angka 94.114. Sebelumnya, DXY jeblok ke level terendah sejak pertengahan Juni.

Ada dua isu utama yang menjadi penopang harga emas agar tak turun lebih jauh. Pertama, komentar Trump pada China soal Korea Utara. Pada hari Senin kemarin, Donald Trump mengatakan bahwa ada kemungkinan China sedang mencari cara untuk menghalangi usaha AS mendekati Korea Utara.

Kedua, ketidakpastian Brexit yang kembali meningkat. Dua menteri Inggris yang anti Uni Eropa, David Davis dan Boris Johnson, memilih untuk mengundurkan diri sebagai bentuk protes mereka akan perubahan metode negosiasi Brexit yang digunakan oleh May.

“Isu-isu geopolitik seperti kebingungan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, serta tuntutan Trump pada China yang dianggapnya menghalangi proses denuklirisasi Korea Utara, menjadi sedikit dukungan bagi harga emas (setidaknya mencegah penurunan yang lebih dalam),” kata Sharma. Dikutif dari berita Seputar Forex.com

About kirafadewa86

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish