Home / EDU-BUDAYA / Bagaimana Reaksi Putri Pariwisata Indonesia Inteligensia 2018 Saat Bertemu Desik yang Menderita Kutil di Sekujur Tubuh?

Bagaimana Reaksi Putri Pariwisata Indonesia Inteligensia 2018 Saat Bertemu Desik yang Menderita Kutil di Sekujur Tubuh?

Oleh: Agus Ismunarno
Pemimpin Redaksi
LASPELA Media Group

Everything has beauty,
but not everyone sees it.
(Confucius)

SEGALA sesuatu memiliki keindahan, namun tidak setiap orang melihatnya. Banadhi Kurnia Dewi, Putri Pariwisata Indonesia Inteligensia 2017 yang akrab disapa ONAD Chibi termasuk remaja yang bisa melihat “keindahan” dalam berbagai peristiwa kehidupan yang paling nestapa sekalipun.

Ketika berjumpa dengan Desik (51 tahun), Warga Desa Simper, Simpang Perlang, Bangka Tengah yang menderita penyakit sejenis kutil besar di sekujur muka dan sekujur tubuh, ONAD Chibi langsung berempati dan tergerak untuk menggalang dana untuk membantu Desik.

“Melihat kondisi Bapak Desik ini ONAD sontak bikin campaign galang dana ke teman-temannya untuk dibelikan sembako dan berupa uang tunai,” kata Amoy kelahiran Bangka, 6 Juni 1997 itu.

Dalam waktu tiga hari, ONAD Chibi berhasil menghimpun sekitar Rp 10 juta dari para sahabatnya. 30 Persennya akan diserahkan dalam bentuk sembako dan 70 persennya tunai untuk membantu pendidikan anak Desik.

Personil Cherrybelle ini mengungkapkan, “Hari Sabtu ini ONAD akan serahkan ke Pak Desik dengan harapan sesudahnya akan ada dermawan lain yang tergerak untuk membantu. Sedang untuk kesehatan dan pemulihan Desik ONAD berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan Bangka Tengah.”

ONAD berharap Bapak Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah atau Provinsi dan Jajarannya bisa mendiagnosa apakah penyakit Desik yang sudah diderita selama belasan tahun itu kutil veruka vulgaris/veruka plana sejenis tumor kecil yang disebabkan oleh infeksi virus, terutama Human Papillomavirus (HPV) atau neurofibromatosis yaitu kondisi genetik yang menyebabkan pertumbuhan tak terkendali di sepanjang saraf. Penyakit itu biasanya ditandai dengan pembengkakan atau benjolan di jaringan saraf.

Putri Pariwisata Babel 2017 itu mengungkapkan, penyakit Desik ini tidak hanya penderitaan fisik seperti gatal atau nyeri bagi si empunya, tetapi juga mental.

“Pernah ditawari berobat ke Jakarta, namun Pak Desik menolak karena pesimis penyakitnya bisa diobati,” kata ONAD yang masih studi di Binus Jakarta.

Ajak Solidaritas Sosial

ONAD Chibi tidak ingin kecantikannya hanya ditunjukkan di atas cat walk dan mahkota putrinya saja.

Ia keluar dari zona kecantikan fisik semata dan masuk dalam kecantikan spiritual dan sosial sebagaimana kristalisasi Agus Cakraputra, “Beauty has so many forms, and I think the most beautiful thing is loving the others.”

Ketika banjir melanda Belitung dan Belitung Timur, sebagai Puteri Pariwisata Indonesia Inteligensia asal Babel, ONAD langsung terbang ke Belitung dan berbaur bersama anak-anak korban banjir memberikan penghiburan.

“Saya rasa memang sudah menjadi tugas saya ketika dipilih menjadi seorang Putri tahun kemarin. Saya bisa dibilang sedikit memiliki vokal dan saya ingin jabatan ini memang digunakan sebaik-baiknya. Salah satunya adalah mengajak masyarakat untuk mengulurkan tangan kasihnya bagi orang yang membutuhkan seperti Bapak Desik ini,” ungkap ONAD yang dalam waktu dekat akan ke Filipina untuk mengikuti Program Scholarship Social and Culture Study.

Scholarship ini merupakan kerjasama Binus University dengan Pemerintah. Dalam Scholarship AIMS Scholarship nanti nanti ONAD Chibi akan bergabung dengan International Student dari seluruh dunia selama satu semester. (*)

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish