Home / EKO-BISNIS / 4 Utusan HKTI Babel Lapor Harga Lada dan Pemanfaatan Lahan Eks Tambang kepada Presiden RI

4 Utusan HKTI Babel Lapor Harga Lada dan Pemanfaatan Lahan Eks Tambang kepada Presiden RI

  • #Depan Presiden dan Para Menteri, HKTI Babel Puji PT. Timah, Tbk dalam Mereklamasi Lahan Eks Tambang

JAKARTA, LASPELA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkesempatan hadir di Istana Negara Jakarta dalam hal menghadiri Pembukaan ASAFF 2018, Kamis (28/6/2018).

4 utusan HKTI Babel yang hadir yakni Mulyadi (ketua), Jauhari (Sekretaris), Abdullah Randi (Ketua Bid. Humas), dan Firman Sidiq Nurfiansyah (Ketua Bid. Kehutanan dan LH). Pada kesempatan itu, dihadiri para Menteri Kabinet Kerja, Panglima TNI, Ketum HKTI Jend. (Purn) Moeldoko dan pengurus HKTI se Indonesia.

Pada saat perwakilan para petani, HKTI Babel atas seizin Ketua HKTI, Mulyadi memberikan kepada Jauhari untuk melaporkan dan memaparkan kondisi pertanian dan pemanfaatan lahan eks tambang didepan Presiden RI, Joko Widodo.

Pada saat dialog sedang berlangsung, Jauhari menyampaikan bahwa masyarakat petani lada Bangka Belitung sekarang sedang susah, hal ini disebabkan harga lada rendah sekali.

“Di Babel, Petani Lada pada mengeluh, Pak Presiden. Harga lada anjlok, dan tidak naik-naik, sedangkam biaya pemeliharaannya tinggi,” ucap Jauhari depan Presiden RI Joko Widodo.

Lanjut Jauhari, pada tahun 90’an harga lada Babel tinggi sekali, masyarakat makmur. Sekarang, masyarakat petani lada Babel pada menjerit, karena harga lada Rp50.000/kg.

“Pada saat itu, orang Bangka Belitung kaya-kaya. Kulkas saja dibeli untuk ngeletakin baju. Sedangkan mesin cuci dibeli untuk pajangan.hal demikian, disebabkan harga lada mencapai Rp 200.000 per kilogram,” terang Jauhari disambut tepuk tangan tamu undangan yang hadir.

Mengenai anjloknya harga lada di Babel, kata Jauhari bahwa pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah berupaya untuk memperbaiki harga. Cara yang dilakukan dengan sistem resi gudang (SRG). Akan tetapi, masih saja strategi itu tidak juga meningkatkan harga lada saat ini.

Sementara, Abdullah Randi saat bersalaman dengan Presiden Jokowi sempat berbincang dan ingin Bapak Presiden menurunkan tim ke Babel untuk mencari permasalahan yang ada, agar harga lada dan harga komoditas pertanian Babel yang lain harganya bagus.

“Pak Presiden, sekarang masyarakat petani lada sangat mengeluh sekali dan komoditas pertanian lainnya juga. Mohon Bapak Presiden menurunkan tim dari pusat (Kementerian terkait_red) untuk mengatasi hal tersebut,” ucapnya.

Sedangkan, Presiden RI Jokowi mengakui bahwa harga lada di pasar memang sedang rendah. Presiden Jokowi juga mengatakan pemerintah tidak dapat mengintervensi harga beberapa komoditas yang ada, lantaran hal itu ditentukan oleh mekanisme pasar dunia. Akan tetapi, pihaknya akan berupaya menurunkan tim ke Babel.

“Kalau hal itu, Pemerintah tidak bisa mengintervensi harga. Memang, setiap saya ke Sumatera, keluhannya harga karet. Tapi ya harga karet pun kami enggak bisa intervensi karena harga dunia itu yang menentukan,” terang Jokowi.

“Nanti kita turunkan tim ke Babel, ya,”ucap Presiden Jokowi lagi.

#Dalam Hal Pemanfaatan Eks Tambang, HKTI Babel Apresiasi PT. Timah, Tbk didepan Presiden RI

Sekretaris HKTI Babel, Jauhari atas seizin Ketua HKTI Babel, Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada PT. Timah, Tbk atas reklamasi eks lahan pertambangan yang dilakukan. PT. Timah, Tbk beberapa lokasi eks tambangnya sudah menjadi lahan produktif dan menanam komoditas pertanian yang bagus.

” Lapor Pak Presiden Jokowi, untuk pemanfaatan eks tambang di Babel, PT.Timah sangat bagus. Lahan eks tambang timah sekarang sudah menjadi lahan produktif dan sudah menghasilkan komoditas pertanian yang dihasilkan dari lahan eks tambang,” ucap Jauhari didepan Presiden RI, Jokowi yang disaksikan para menteri dan petinggi negara lainnya.

Lanjut Jauhari, PT. Timah, Tbk juga perlu didukung dan perusahaan tambang timah swasta juga mengikuti PT. Timah dalam mereklamasi lahan eks tambang.

“Kami sangat apresiasi kepada PT.Timah, Pak Presiden. Akan tetapi, mohon PT. Timah didukung dan perusahaan tambang timah swasta harus kayak PT. Timah dalam mereklamasi lahan eks tambang ini,” tuturnya lagi.(Ar)

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish