Home / BANGKA BELITUNG / Diguyur Hujan, Upacara Harkitnas ke 110 Berlangsung khidmat

Diguyur Hujan, Upacara Harkitnas ke 110 Berlangsung khidmat

Oleh : Nopranda Putra

*Justiar Pimpin Upacara
*Mengulas Isi Kata Menkominfo

TOBOALI, LASPELA – Menghormati jasa para pahlawan, upacara Hari Kebangkitan Nasional ke 110 tetap dilakukan walaupun di guyur hujan lebat disertai angin.

Semangat Bupati Bangka Selatan (Basel) Drs. H. Justiar Noer beserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Basel dalam menjalankan upacara memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke 110 tetap berlangsung khidmat.

Upacara Harkitnas ke 110 digelarkan di gedung kantor Bupati Basel lantai 2, Rabu (23/5). Dalam upacara itu, Justiar membaca sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo).

Dalam sambutannya, Justiar mengajak segenap masyarakat dan unsur Forkopimda Basel untuk tetap menjaga kesatuan dalam membangun keutuhan dan keharmonisasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar dapat hidup secara berdampingan.

“Bersatu, adalah kata kunci ketika kita ingin menggapai cita-cita yang sangat mulia, namun pada saat yang sama, tantangan yang maha kuat akan selalu menghadang didepan,” ungkapnya juga dihadiri Wakil Bupati, Kapolres Basel, Danposmat Toboali, Danramil Toboali, Forkopimda Basel dan para pegawai di lingkungan Pemkab Basel.

Diulaskan Justiar, bagaimana seorang Boedi Oetomo dalam masanya saat itu mengumpulkan masyarakat dan pemuda dalam membangun suatu organisasi yang mempunyai rasa nasionalisme tinggi.

“Boedi Oetomo, memberi contoh bagaimana berkumpul dan berorganisasi tanpa melihat asal usul primordial,” ujarnya.

Dengan begitu, lanjutnya, dapat bisa mendorong tumbuhnya semangat nasionalisme yang menjadi bahan bakar utama kemerdekaan.

“Boedi Oetomo, salah satu penanda utama, bahwa bangsa indonesia untuk kali pertamanya menyadarkan pentingnya persatuan dan kesatuan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Justiar menyebutkan dengan naluri pokok inhin mencapai kemerdekaan, naluri pokok ingin hidup berharkat sebagai manusia dan sebagai bangsa.

“Cara baru itu, untuk mengejar sesuatu dengan alat organisasi politik, cara berjuang dengan perserikatan dan perhimpunan politik dan cara berjuang dengan cara tenaga persatuan,” ujar Justiar dalam mengutarakan isi kata dari Menkominfo.

Oleh sebab itu, lanjutnya, membangun sumber daya manusia memperkuat pondasi kebangkitan nasional indonesia dalam era digital dalam hari kebangkitan nasional 2018 ini haruslah dimaknai dengan upaya-upaya penyadaran setiap masyarakat indonesia.

“Untuk mengembangkan diri dan merebut setiap peluang dalam meningkatkan kapasitas diri, yakni pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang harus diletakkan dalam konteks pemerataan seperti kewilayahan agar bangsa ini dapat bangkit,” tukasnya.


Kirim dari Fast Notepad

About noprandaa

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish