LASPELA, SPORT- Barcelona mendapatkan kritikan tajam setelah menelan hasil imbang 0-0 di kandang Juventus pada laga lanjutan Grup D Liga Champions Kamis dini hari tadi. Tampil dengan Messi duduk di bangku cadangan pada awal pertandingan, Barcelona dinilai sangat kurang menggigit.
Hasil imbang tanpa gol itu adalah yang kedua kalinya bagi Barcelona secara berturut-turut di Liga Champions. Pada laga sebelumnya, mereka juga ditahan imbang Olympiakos dengan skor 0-0.
Barcelona mendapat kritik tajam karena tak mampu menciptakan banyak peluang pada laga melawan Juventus. Bahkan, laman SkySport menuliskan bahwa Barcelona tak membuat penjaga gawang Juventus, Gianluigi Buffon bekerja keras. “Baik Olimpiakos atau Juventus bukanlah tim yang mudah dihadapi saat tandang tetapi Barcelona tak menciptakan cukup ancaman, bahkan Gianluigi Buffon tak dipaksa membuat penyelamatan selama 90 menit pertandingan,” tulis Sky Sport.
Ketidakmampuan Barcelona mencetak gol dalam dua laga itu membuat mereka juga menjadi tim tak cukup produktif di Liga Champions musim ini. Tercatat skuad asuhan Ernesto Valverde hanya mencetak 7 gol saja dalam 5 laga. Perolehan itu kalah dari jumlah gol yang dicetak seorang Cristiano Ronaldo yang telah menyumbangkan 8 gol untuk Real Madrid.
Lini depan dan lini tengah Barcelona pun mendapatkan kritikan tajam. Ketergantungan terhadap Lionel Messi masih sangat terasa. Bahkan, tanpa Neymar Jr yang musim ini hengkang ke PSG, Barcelona dinilai memiliki kekuatan yang lebih lemah ketimbang musim lalu.
Gelandang-gelandang Barcelona juga dinilai tak bisa memecahkan kebuntuan saat lini depan mereka kesulitan mencetak gol. Andres Iniesta yang menjadi andalan tak dapat lagi menunjukan kemampuan seperti di masa kejayaannya.
Hal positifnya adalah karena mereka baru kebobolan 1 gol saja di Liga Champions musim ini. Bersama PSG, Barcelona menjadi tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini.
Namun, mengandalkan pertahanan bukanlah gaya permainan Barcelona. Sepak bola menyerang nan indah dan dihiasi banyak gol adalah citra yang harus terus mereka jaga.
Untuk mendongkrak performa, Barcelona harus cermat dalam belanja pemain di bursa transfer Januari mendatang. Bukan hanya asal beli, mereka harus membeli pemain yang sesuai dengan karakter permainan tiki-taka yang mereka populerkan. (Bisnis.com)