Di Acara Kahmi, Ahmadi Sofyan Bahas “Restorasi Perangai” Untuk Kemajuan SDM

  • Malam Amal Buat Donasi Annisa

 

PANGKALPINANG, LASPELA – Kalimat yang keluar dari seorang Penulis Babel, Ahmadi Sofyan dalam acara Sumpah Pemuda yang diselenggarakan Kahmi Pangkalpinang berbincang mengenai perangai ‘Dak Kawa Nyusah’ direstorasi menjadi perangai ‘kawa nyusah’. Perangai ‘Pintar dak ngajar, budu dak belajar’ direstorasi menjadi perangai ‘kalau pintar ngajar, kalau budu belajar’. Perangai ‘taipau madun, taipau begereng’ direstorasi menjadi perangai boleh taipau, boleh bergaya asal ada karya nyata’. Kegiatan ini bertempat di Tugu Wilhelmia Park, Taman Sari, Kota Pangkalpinang, Sabtu (28/10/20170).

Selain 3 (tiga_red) perangai diatas, Ahmadi Sofyan menyebutkan ada beberapa kearifan lokal yang harus digalakkan untuk mengawali “Restorasi Perangai” bagi para pemuda di tingkat lokal, diantaranya perangai ‘Ade kepala dak ngigit, ade kitok dak ngelilit’ direstorasi menjadi perangai kalau menjadi kepala (atasan/pejabat/penguasa) hendaknya bisa berbuat banyak dan kalau menjadi bawahan/rakyat, hendaknya tetap bisa berbuat yang bermanfaat; Perangai “cak cak macak” direstorasi menjadi perangai ‘asak kawa ge pacak’ atau ‘pasti pacak’; dan perangai ‘mantak malai, mati mantak, mantak igak, agik mantak’ direstorasi menjadi perangai yang matang dan bijaksana.

“RESTORASI PERANGAI” atau bisa disebut “Mucak Perangai” adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas masyarakat Bangka Belitung, terkhusus masyarakat Kota Pangkalpinang sebagai Ibukota Negeri Serumpun Sebalai. “Di negeri ini, patut kita sadari betapa sulit memuji orang lain, tapi begitu gampang mencari kelemahan bahkan mencela seseorang yang berbeda. Ada juga jenis perilaku yang hobi memberikan pujian di depan, tapi mengkritik dan mencela serta nyinyir” di belakang. Di sisi lain, perilaku SMS (Senang Melihat orang Susah dan Susah Melihat orang Senang), haruslah disingkirkan jauh-jauh dari kepribadian masyarakat kita, terutama oleh generasi muda sebagai ujung tombak keberlanjutan negeri ini,” ujar Ahmadi Sofyan.

Lebih lanjut, Penulis Buku ini menekankan kalau restorasi perangai bukanlah sekedar ungkapan tanpa makna, namun mengandung banyak hal untuk perkembangan kemajuan negeri hari ini dan di masa yang akan datang. Apalagi, kekayaan alam Bangka Belitung bukanlah satu-satunya penopang kemajuan negeri, namun lebih dari itu, inovasi dan kreativitas dari sumber daya manusia-nya adalah hal yang jauh lebih penting. Karena kemajuan sebuah daerah bahkan negara bukan dari kekayaan alamnya, namun lebih dari itu, yaitu inovasi dan kreativitas dari sumber daya manusia itu sendiri.

“ Sekarang, dunia sedang dalam perubahan yang sangat cepat. Berhenti akan terinjak, mundur kecebur dan tidak ada pilihan kecuali berkreasi dan berinovasi. Kita akan menghadapi berbagai pergeseran dalam cara berkerja, belajar dan mengajar, berproduksi, berbelanja, menjual, mengelola usaha, mengelola pemerintahan, melayani publik dan pergeseran-pergeseran lainnya,” terang Pemilik Resto Atok Kulop ini.

Pergeseran itu disebutkan Ahmadi adalah meluas dan meningkatnya pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT). Kemajuan ICT telah dan akan sangat membuka serta mendalamkan horizon baru dari makna kata-kata: efesiensi, efektivitas, knowledge, inovasi, kreativitas, jarak dan waktu, yang semuanya akan membawa kita ke dalam suatu era kompetisi baru “the digital lifestyle” dalam suasana “the knowledge based economy” yang belum pernah dialami dunia sebelumnya.

“ Menggalakkan pendidikan dengan teknologi dan penguatan karakter bagi generasi muda adalah hal yang tidak boleh ditunda lagi. Generasi muda Bangka Belitung harus diciptakan sebagai generasi yang berkualitas dengan kreativitas yang tinggi dan inovasi yang tak boleh mati,” imbuhnya.

Pada acara tersebut diselenggarakan donasi amal untuk ananda Anissa Asshafa Azzahra dan terkumpul 5.769.000 rupiah, bocah perempuan berusia 7 tahun, yang menjadi sasaran pengumpulan sumbangan itu, mengalami gagal ginjal. Butuh sejumlah dana besar, untuk membuatnya sembuh. Semua masyarakat di Bangka Belitung, diharapkan bahu-membahu turun membantu kesembuhan siswi kelas 2 SD Negeri 48 Pangkalpinang. Malam itu juga, sumbangan yang terkumpul langsung diberikan kepada Anissa yang datang bersama kedua orangtuanya.(Rill/Ar)