PENJUALAN Toyota Avanza diprediksi tetap stabil, kendati persaingan di pasar low multipurpose vehicle (LMPV) saat ini kian ketat, setelah Mitsubishi memperkenalkan Xpander dan Wuling melepas Confero S.
“Penjualan Avanza saya kira tetap stabil di level 9-10 ribu unit, meski ada banyak pemain baru di segmen LPMV,” ujar Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) F. Soerjopranoto di Jakarta, belum lama ini.
Dia enggan mengomentari lebih jauh soal peta persaingan di segmen LMPV. Yang jelas, kehadiran model baru bakal menguntungkan konsumen dan pasar otomotif nasional.
Dia hanya menegaskan, Toyota menghadirkan Avanza sebagai LMPV untuk mendukung mobilitas kehidupan masyarakat Indonesia melalui riset mendalam. Ini selalu dilakukan Toyota terhadap setiap produk yang akan diluncurkan.
Menurutnya, kondisi geografis, infrastruktur jalan, demografi masyarakat Indonesia yang semakin dinamis sesuai dengan daya beli yang dimiliki, serta tuntutan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih mendorong Toyota menghadirkan Avanza-Veloz pada 2011 lalu.
Sebagai LMPV Toyota yang memiliki fungsi multiactivity dan mampu mengangkut tujuh orang penumpang, Avanza-Veloz sebagai generasi terbaru Avanza mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada di Indonesia.
Belum lama ini, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memperkenalkan Xpander. Mobil yang disebut Mitsubishi Motors small MPV ini bakal bertarung dengan Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga, dan Honda Mobilio di segmen LMPV. Harga jual Xpander yang dibekali mesin 1,5 liter DOHC berkisar Rp 189-246 juta.
Sementara itu, Wuling membuat gebrakan dengan merilis LMPV murah, Confero, yang dibanderol Rp 128,8-162,9 juta. Dengan harga itu, Wuling bakal mengincar pasar LMPV sekaligus mobil murah alias LCGC. (Beritasatu)