Home / BANGKA BELITUNG / Mahasiswa KKN UBB di Air Duren Gelar Pelatihan KJSRT

Mahasiswa KKN UBB di Air Duren Gelar Pelatihan KJSRT

MENDO BARAT, LASPELA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Revolusi Mental Angkatan XII Universitas Bangka Belitung (UBB) tahun 2017 mengadakan pelatihan Kultur Jaringan Skala Rumah Tangga (KJSRT) kepada masyarakat di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Bangka. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Air Duren, Rabu (02/08/17) lalu. Acara ini di hadiri oleh Eka Sari, S.Si, M.Si sebagai Ketua DPL Mahasiswa KKN UBB.

Anggraeni, S.Si, M.Si, Dosen Biologi UBB sebagai Pemateri menyampaikan bahwa
Kultur Jaringan merupakan teknik perbanyakan tanaman (menghasilkan bibit) dengan menggunakan berbagai bagian tanaman seperti biji, bunga, daun, batang serta akar yang kemudian ditanam pada media khusus secara steril (bebas dari bakteri dan jamur). Di luar Bangka, teknik perbanyakan menggunakan kultur jarngan ini sudah banyak dilakukan dalam skala industri.

Kultur jaringan sebenarnya dapat dilakukan dengan skala rumah tangga atau dengan cara yang lebih sederhana dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dengan harga terjangkau.

” Bibit hasil kultur jaringan ini memiliki berbagai keunggulan, salah satunya adalah bibit yang dihasilkan lebih tahan terhadap penyakit dan mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Artinya, bibit yang dihasilkan akan berbuah manis apabila berasal dari indukan yang juga manis”, ujar Anggraeni, S.Si., M.Si. dalam pemaparannya kepada masyarakat Air Duren.

Lanjutnya, perbanyakan dengan teknik kultur jaringan ini belum banyak dilakukan di Bangka Belitung, sehingga dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan.

” Teknik ini sedang digalakkan untuk memperbanyak bibit tanaman komoditas seperti lada atau tanaman yang bernilai ekonomi tinggi seperti gaharu di Bangka Tengah,” ungkap Aggreani.

Sementara, Sarmadi dari perwakilan Karang Taruna Desa Air Duren berharap kegiatan pelatihan ini bagus dilaksanakan dan terus-menerus agar masyarakat dapat ilmu dan bisa mempraktekannya.

” Saya berharap pelatihan ini tidak berhenti sampai disini saja. Kalau bisa dapat berlanjut”, kata Sarmadi. (*/Ar)

About Isromi LASPELA

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: