Home / BANGKA BELITUNG / Ciptakan Destinasi Baru dan Angkat Petani Lada

Ciptakan Destinasi Baru dan Angkat Petani Lada

Oleh: Agus Ismunarno

KOBA, LASPELA – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Dr Erzaldi Rosman SE MM mengajak seluruh kepala daerah dan para praktisi pariwisata agar terus menciptakan destinasi wisata baru.

Selain itu orang nomor satu di Babel itu juga ingin segera meluncurkan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang untuk membantu para petani lada dalam menghadapi flunktuasi harga lada.

Komitmen pariwisata Gubernur Erzaldi itu disampaikan terpisah dalam Syukuran atas Pelantikan Erzaldi Rosman menjadi Gubernur dan atas Pelantikan Ibnu Saleh menjadi Bupati Bangka Tengah serta saat menutup Toboali on Fire 2017 yang diwakili Kadis Kelautan dan Perikanan Hardi.
Pariwisata, kata Erzaldi, menjadi masa depan masyarakat Babel secara terus menerus dan berkesinambungan.

“Untuk itu ciptakan terus destinasi wisata termasuk atraksi seni dan budayanya. Destinasi wisata yang baik dan akan terus dikunjungi ketika ada Mushola, WC dan Pujasera. Tanpa fasilitas itu wisatawan tidak akan berkunjung ke destinasi tersebut,” kata Erzaldi Rosman.

Ia berjanji akan membantu pengadaan fasilitas Musholla dan Pujasera.

“Makanan di puja sera harus yang khas dan lezat,” ungkap Erzaldi Rosman.

Erzaldi Rosman mengapresiasi Bupati Bangka Selatan Justiar Noer yang telah sukses menggelar Toboali City on Fire yang telah menjadi destinasi wisata nasional. Bangka Selatan dengan even nasionalnya telah mempromosikan daerahnya serta Bangka Belitung secara umum.

Namun, mantan Bupati Bangka Tengah itu meminta semua warga Babel beramai-ramai menjadi endoser promosi pariwisata Kepulauan Babel.

“Jadi kalau kite sedang berada di tempat yang indah, lakukanlah selfie, dikomentari yang bagus-bagus dengan kata wow kemudian di share ke media sosial. Saya yakin gerakan ini akan membantu promosi wisata Babel,” ajak Erzaldi Rosman saat Syukuran Pelantikan.

Angkat Petani Lada

Gubernur Erzaldi Rosman mengevaluasi tata kelola perdagangan lada selama ini ternyta terganggu oleh segelintir mafia yang menekan harga ke titik terendah yang berakibat masyarakat petani lada rugi dan pada gilirannya tidak lagi tertarik memproduksi lada.

Ia telah memerintahkan Kepala Biro Ekonomi Dr Sudarman dan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Yuliswan untuk segera memberlakukan Sistem Resi Gudang sekaligus Pasar Lelang.

Untuk merealisasikan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang ini Pemprov telah mengajak sedikitnya 46 orang mewakili berbagai organisasi melakukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Biro Ekonomi Dr Sudarman dan Kadisperindag Babel Yuliswan.

Ir Thomas Jusman MM, Ketua Umum KADIN Kepulauan Bangka Belitung mengapresiasi upaya Pak Gubernur yang memikirkan nasib petani lada dalam upaya mengembalikan kejayaan lada. Kita tahu bahwa selain Timah putih, lada putih adalah produk kebanggaan Babel yangg dikenal di dunia.

“ Diharapkan dengan sistem resi gudang maka kestabilan harga akan terjaga dan petani tidak perlu kuatir masalah penyimpanan produk. Dengan penjualan online maka para petani bisa memotong rantai distribusi sehingga mendapatkan harga lebih baik,” ungkap Thomas Jusman.

Dengan kebijakan resi gudang dan penjualan online, tandas Thomas Jusman, pada intinya dapat mensejahterakan petani lada sehingga mendorong kebangkitan di sektor ini.

Sedang Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI, Pascalis Edwin Salim yang juga Pengurus Daerah KADIN Babel menyatakan pada dasarnya, Babel cukup potensial untuk dikembangkan sebagai target market sistem resi gudang, mengingat Babel memiliki cukup banyak potensi-potensi komoditas yang bisa dikembangkan.

“Salah satu problema yang ada di Babel adalah kurangnya edukasi kepada masyarakat mengenai sistem ini, sehingga akses modal bagi para pelaku tani/ usaha sangat terbatas. Dengan adanya sistem resi gudang dan pasar lelang, akan membentuk transparansi harga komoditas di Babel. Pembentukan harga komoditas akan lebih fair bila diterapkan pasar lelang, dan resi gudang sebagai solusi atas modal yang diperlukan,” kata Edwin.

Edwin Salim menyatakan bila keduanya dijalankan maka masyarakat di Babel akan lebih berkembang dan bisa menjadi price maker bagi komoditas-komoditas tersebut. Gudang SRG yang diintegrasikan dengan PLK (Pasar Lelang Terbuka) akan memungkinkan masyarakat Babel jadi price maker.

Bagi Pemda manfaat nya 1. Menekan Inflasi 2. Mendorong pertumbungan ekonomi, khususnya sektor pertanian 3. multiplier effect kepada sektor lain. (*)

About Yudhie Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: