Home / ADVERTORIAL / Menjaga Kebhinnekaan Tanggungjawab Bersama
Foto bersama sesaat usai acara. (foto: Agus/LASPELA)

Menjaga Kebhinnekaan Tanggungjawab Bersama

PANGKALANBARU, LASPELA– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman menyatakan bahwa kebhinekaan dalam kebersamaan di Negeri Serumpun Sebalai sudah lama terjalin dan sangat luar biasa serta sudah teruji.

“Kebhinekaan yang sudah sangat indah ini mari kita jaga dalam kebersamaan. Menjaga kerukunan dan kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan tanggung-jawab bersama,” tandas Gubernur Erzaldi di hadapan sedikitnya seribu umat Budha dan tamu undangan yang menghadiri Perayaan Dharmasanti Waisak 2561 BE, Kamis (25/5-2017) di Ballroom Novotel.

Hadir pada acara yang bertema utama ‘Menjaga Kebhinnekaan dalam Kebersamaan’ ini Ketua Umum Gemabudhi, Bambang Patijaya, para tokoh lintas agama, tokoh budaya, dan tokoh masyarakat. Pada penerimaan plakar, para tokoh itu memberikan sambutan singkat berupa ajakan merajut kerukunan dan kebersamaan.

“Masyarakat Negeri Serumpun Sebalai merupakan masyarakat yang multi etnis. Penganut Buddha telah menunjukkan kebersamaan dengan seluruh komponen masyarakat Babel. Waisak merupakan bagian tidak terpisahkan dari keluarga besar Babel dalam bingkai kesatuan. Lanjutkan kebersamaan ini sehingga makin aman damai dan sentosa di Babel,” kata Ketua Penasehat Lembaga Adat Melayu Negeri Serumpun Sebalai, Datuk Emron Pangkapi.

Tokoh WF Nasution memuji penyelenggaraan acara yang melibatkan banyak tokoh dan disatukan dalam kebersamaan. “Pak Abet Suhaian luar biasa dan sukses menggelar acaranya dengan mengundang serta tokoh lintas agama, lintas suku, tokoh masyarakat dan  organisasi. Pertemuan ini  semakin memperkokoh kesepakatan  Babel harus kita jaga agar tetap  damai  dan tidak boleh diganggu siapapun.”  kata Nasution bersemangat.

Ketua Panitia Waisak 2561 BE, Abet Suhaian mengatakan prosesi perayaan Waisak tahun ini diisi dengan serangkaian kegiatan antara lain pelepasan burung di kaki Gunung Mangkol bekerjasama dengan Yayasan Gunung Mangkol Lestari dan ALOBI, lomba pantun, pengambilan air suci di Bukit Fat Hin San, kirab religi, bakti sosial, donor darah, dan perenungan suci di situs Kota Kapur.

Dalam sambutannya, Abet Suhaian  meminta perhatian Gubernur Erzaldi terhadap guru-guru Agama Budha yang langsung ditanggapi oleh Gubernur Erzaldi. “Perhatian saya terhadap guru-guru Agama Budha sudah saya lakukan sejak saya menjadi Bupati Bangka Tengah. Bahkan, sudah saya sediakan tetapi tidak ada yang melamar sehingga 4 formasi hilang. Untuk puluhan tenaga honorer guru Agama Budha yang belum PNS segera kami formasikan dengan bekerjasama dengan Pemkot dan Pemkab,” janji Gubernur Erzaldi yang disambut meriah.

Guru-guru agama yang baik, kata Erzaldi Rosman, merupakan kunci generasi muda yang baik. “Saya ingin memastikan anak-anak muda Babel berada dibawah bimbingan guru-guru yang baik,” kata Erzaldi.

Acara yang berlangsung hampir 3 jam itu disemarakkan dengan atraksi barongsai oleh Majelis Tri Dharma Babel, Lagu Buddhis oleh Melly (PMVK Kumala Bodhi), Tari Waisak oleh Smb Komala Bodhi, Tari Perjuangan oleh MBI Bateng, Tari Gemu Fa Re oleh Gemabudhi Babel, Tari Sajojo oleh WBI Pangkalpinang dan permainan angklung oleh Vijara Amerta Bhumi Rebo.

Tampil juga penyanyi Piter Wang, juara satu menyanyi solo Swayamvara Tripitaka Gatha tingkat nasional yang sering tampil di DAAI TV, pentas seni kreasi pokemon dari Vihara Kumala Bodhi, tari suka cita alam semesta dari mapanbhumi Belitung, tari lampion oleh Vihara Buddhis Svaka, tari kita bisa dan tari kipas oleb majabhumi, tari kebahagian oleh Puri Tri Agung serta tari kasih semesta.

Pembimas Buddha Kantor Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Wisnu Widianto mengungkapkan, “Terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam suksesnya acara ini,”. (advertorial)

Penulis: Agus Ismunarno

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: