Home / HEADLINE / NASIONAL / NEWS / POLITIK

Rabu, 22 Februari 2017 - 10:33 WIB

Jokowi Sebut Demokrasi Indonesia Kebablasan

Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Setpres)

Presiden Joko Widodo (foto: Biro Pers Setpres)

BOGOR, LASPELA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa kebebasan demokrasi di Indonesia saat ini terlalu bebas. Menurutnya, praktik demokrasi yang kebablasan ini membuka peluang terjadinya artikulasi politik yang ekstrem.

“Ini bisa menimbulkan adanya liberalisme, radikalisme, sektarianisme, dan terorisme, dan ajaran lain yang bertentangan dengan ideologi pancasila,” kata Jokowi dalam sambutannya pada Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/2) pagi.

‎Mantan Gubernur DKI itu menjelaskan, perkembangan demokrasi yang sangat bebas saat ini terlihat pada sejumlah kejadian empat hingga lima bulan terakhir. Aksi demokrasi ini memperlihatkan bahwa seluruh elemen bangsa harus memperbaiki kerukunan. Terutama dalam memahami konsep kebangsaan yang harus diketahui rakyat bahwa Indonesia adalah negara yang beragam dan majemuk.

‎Menurut dia, keanekaragaman di Indonesia menjadi jati diri, identitas, dan entitas bangsa. Keanekagaraman tersebut telah melebur menjadi bagian masyarakat dan menjadi simbol keharmonisan bersama.

Menurut Jokowi, ‎politisasi SARA yang saat ini mendera banyak pihak merupakan bagian dari kurang pahamnya masyarakat mengenai keberagaman. Dampak nyata dari isu ini adalah berterabarannya fitnah, kebohongan, saling memaki, dan menghujat. “Kalau ini diteruskan bisa menjurus pada perpecahan bangsa kita,” ujar Jokowi.

‎Meski demikian, mantan wali kota Solo ini yakin ketika ujian ini bisa dilampaui maka masyarakat Indonesia akan semakin dewasa, tahan uji, dan tidak lemah. Namun, jika masyarakat dan pemerintah hanya mengurusi permasalahan tersebut, pemerintah akan kehabisan tenaga untuk mengurusi persoalan lain yang lebih penting yakni menyejahterakan rakyat.

‎”Kuncinya dalam demokrasi kebablasan adalah penegakan hukum. Aparat hukum harus tegas, jangan ragu-ragu. Jangan sampai kita lupa terus menerus seperti empat hingga lima bulan ini, sehingga kita lupa masalah ekonomi kita,” tutup Jokowi.

Sumber: setkab.go.id

 

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Polres Bangka Barat Terapkan Pelimpahan Tersangka Melalui Online

BANGKA BELITUNG

TCOF sesi 3, Mengubah Mindset Pendapatan Masyarakat Basel

BANGKA BELITUNG

Guru Perlu Di Upgrade Untuk Maksimalkan Pembelajaran Daring

BANGKA BELITUNG

KONI dan Pemkab Basel Siapkan Sarpras Atlet Basel Jelang Porprov ke V

BANGKA BELITUNG

Pastikan Wilayah Kondusif, Polsek Jebus dan Koramil 431-01 Jebus Lakukan Patroli Gabungan

BANGKA BELITUNG

Danau Kaolin Bangka Tengah Raih Peringkat Ke- 3 Destinasi Wisata Unik API 2019

BANGKA BELITUNG

Burung Fahri Digondol Maling

BANGKA BELITUNG

Erzaldi : Kita Ikuti Fatwa MUI, Sholat Jumat Diganti Sholat Zuhur
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: