Home / BANGKA BELITUNG / GJS, Kembali Bagi 500 Nasi Kotak Gratis di Bangka Tengah
Tim GJS Umah Ubi Atok Kulop saat menyalurkan sedekah nasi kotak kepada penghuni Panti Tuna Netra Bina Harapan, Pangkalpinang pada Jumat 17 Februari 2017. (foto: Tim GJS)

GJS, Kembali Bagi 500 Nasi Kotak Gratis di Bangka Tengah

Walau susah di rumah petak,
Makan sehari menjual kain.
Walau sedekah hanya nasi kotak,
Insya Allah berarti bagi orang lain.

PANGKALPINANG, LASPELA- ALHAMDULILLAH, hari ini, Jum’at (17/02/2017) kegiatan rutin anak-anak muda yang dipelopori oleh Ahmadi Sofyan, kembali melakukan GJS (Gerakan Jum’at Sedekah) bersama UMAH UBI ATOK KULOP, yakni berbagi 500 Nasi Kotak dengan bertuliskan nama penyumbang di stiker yang ditempel di setiap kotak.

Hari ini Team GJS UMAH UBI ATOK KULOP dengan busana seragamnya kembali seperti sebelumnya membagikan 500 Nasi Kotak di wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan kali ini mulai masuk Kabupaten Bangka Tengah. Dengan menggunakan 4 kendaraan operasional bertuliskan: GJS (Gerakan Jum’at Sedekah) “SEDEKAH TIDAK HARUS MENUNGGU HARTA BERLIMPAH” dan 7 orang personil, team berseragam kaos hijau biru ini berbagi wilayah pendistribusian.

Selain membagikan nasi kotak kepada satpam, pemulung di TPS Parit 6, petugas kebersihan PEMKOT Pangkalpinang, orang gangguan kejiwaan di jalanan, kaum dhuafa, juga dibagikan kepada yatim piatu di Panti Asuhan Kristen Ruth, Panti Asuhan An-Nuur, Panti Tuna Netra Bina Harapan, juga ke keluarga pasien di RSUD Depati Hamzah, RS bhakti Wara, RSUP Air Anyir, RSUD Sungailiat dan Santri Tahfiz Qur’an di Pesantren Hidayatullah Desa Teru Bangka Tengah.

Kami hanya membagi (mendistribusikan), ibarat air yang mengalir, kami hanyalah pipa kecil. Para pelanggan UMAH UBI ATOK KULOP dan para dermawan yang menyumbang adalah orang-orang yang memiliki jiwa peduli melebihi kami yang sekedar membagi. Terima kasih kepada para dermawan dan pelanggan UMAH UBI ATOK KULOP. Semoga apa yang kita beri menjadi amal yang sangat berarti di dunia maupun di akhirat nanti. (ril)

Ke pulau Bangka makan lempah.
Lauknya kerang makan di nampan.
Banyak sedekah harta berlimpah.
Karena tak berkurang harta tersimpan.

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: