Home / EDU-BUDAYA / SMP Santher Pangkalpinang Bentuk Paguyuban Orangtua 
Suasana berlangsungnya sarasehan di gedung pertemuan SMP Santa Theresia Pangkalpinang, Kamis (22/12/2016)

SMP Santher Pangkalpinang Bentuk Paguyuban Orangtua 

  • Upaya Melahirkan Generasi Gemilang

PANGKALPINANG, LASPELA- Komunitas SMP Santa Theresia (Santher) Pangkalpinang mengakhiri rangkaian proses belajar mengajar di tahun 2016 dengan menggelar Sarasehan Parenting bertempat di gedung pertemuan sekolah itu, Kamis (22/12/2016).

Kegiatan yang terlaksana atas kerjasama orang tua murid dan komunitas SMP Santher tersebut bertajuk: Keluarga Terlibat, Anak Pun Hebat.

Kepala sekola SMP Santa Theresia Pangkalpinang, Fransisca Rindiyarti S. Pd mengatakan, kegiatan ini bertujuan menyadarkan para orang tua bahwa keberhasilan para peserta didik berawal dari sinergitas yang baik dan saling membangun antara guru dan orang tua.

“Pendidikan anak jangan hanya diserahkan ke sekolah tapi juga harus dimulai dari keluarga. Di SMP Santher ini, kami akan melibatkan orang tua dengan membentuk paguyuban orang tua di setiap kelas,” jelasnya.

Paguyuban tersebut, diakui Sisca, bertujuan untuk saling mengingatkan bila ada hal yang kurang berkenan di kelas, karena dengan begitu anak yang bermasalah akan terbantu.

“Ketika sudah muncul kepedulian seperti itu, orang tua akan menjadi lebih berempati kepada setiap peserta didik,” tukasnya sembari tersenyum.

Sementara itu, Wahyudi Himawan yang hadir sebagai narasumber waktu itu di hadapan ratusan orang tua murid menegaskan, keberhasilan para peserta didik di sekolah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pendidik dan tenaga kependidikan.

“Setiap orang tua harus mengetahui dengan baik pola perkembangan anak. Anak tidak boleh dikekang karena dengan begitu dia akan membentengi diri,” jelasnya kepada LASPELA.

Terkait anak-anak ‘bermasalah’ di setiap jenjang pendidikan, Ketua Badan Akreditasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini lalu mengingatkan orang tua agar boleh menegur perilaku anak, tapi jangan pribadinya.

“Ini yang kadang keliru. Jangan tangkap basah anak ketika ia melakukan hal-hal negatif, tapi tangkap basalah ketika dia melakukan hal-hal positif,” ucapnya bijak.

Penulis: Stefan H. Lopis

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: