Home / EDU-BUDAYA / Merayakan Natal dengan Spirit Toleransi 
Seorang gadis katolik mempersiapkan ornamen natal di dalam Gereja Katedral Jakarta belum lama ini. (foto: AFP)

Merayakan Natal dengan Spirit Toleransi 

MOMENTUM NATAL telah tiba. Berbagai persiapan ataupun pengamanan pun dilakukan menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus.

Dalam perayaan Natal tahun ini, isu toleransi menjadi hal yang penting. Karena itu, sejumlah gerakan dilakukan dalam menyambut Natal. Seperti yang dilakukan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama puluhan pelajar muslim di daerah itu.

Mereka melakukan kerja bakti membersihkan gereja di kawasan Purwakarta. Dedi pun terlibat aktivitas membersihkan lingkungan Gereja Bethel Tabernakel, Jalan Hidayat Martalogawa, Purwakarta, Kamis (22/12).

“Para pelajar fokus membersihkan gereja di lingkungan sekolahnya saja, juga gereja yang biasa digunakan mereka dalam beribadah sehari-hari. Suasananya menjadi sejuk, pelajar muslim membantu pelajar nonmuslim, tujuan kami membangun semangat toleransi dan kebersamaan,” kata Dedi.

Pastor Gereja Bethel Tabernakel, Matius Suhardi, mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas inisiasi kegiatan ini.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada Kang Dedi (Dedi Mulyadi), kepada pelajar yang biasa saya asuh, juga kepada pelajar muslim yang sudi datang bahkan ikut bekerja bakti membersihkan gereja. Kegiatan ini membuat kami merasa aman dan damai dalam menjalankan ibadah Natal,” tutur Matius.

Sementara di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor dilibatkan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan berlangsungnya perayaan Natal.

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Babel, Masmuni Mahatma mengatakan, GP Ansor diminta Kepolisian Daerah (Polda) Babel untuk membantu pengamanan Natal. “Kita siap demi tolerasi antarumat beragama,” kata Masmuni.

Dia menyebutkan, jumlah personel Ansor yang dilibatkan dalam pengamanan Natal sebanyak 150 pasukan.

Pasukan Ansor akan bergabung bersama jajaran polda. “Kita siapkan 150 pasukan untuk membantu polisi dalam pengamanan Natal,” ujarnya. Bahkan, kata dia, terkait dengan Natal dilakukan aktivitas mengenai arti tolerasi beragama di Babel.

Antara lain, GP Ansor Babel melakukan nonton bareng film yang bercerita tentang toleransi beragama, yakni film Tanda Tanya, pada Sabtu (24/12) hari ini. “Film Tanda Tanya ini menceritakan tentang kader Ansor yang menyelamatkan bom di malam Natal. Kader kita tewas saat mengamankan malam Natal,” ucapnya singkat.

Film tersebut, lanjut dia, selain diputar di Alun-Alun Taman Merdeka Pangkalpinang, juga akan diputar di seluruh cabang Ansor di Babel.

Berbicara positif

Terkait toleransi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun mengimbau para tokoh masyarakat untuk ikut berbicara hal-hal positif melalui berbagai media sosial guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita ajak tokoh agama dan tokoh masyarakat ikut berbicara di media sosial sehingga bisa menjelaskan persoalan-persoalan bangsa yang dihadapi,” kata Ganjar di Semarang, Jumat (23/12) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Ganjar seusai Rapat Koordinasi Forkompimda Provinsi Jateng menyambut perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017.

Menurut Ganjar, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi orang yang mengerti dan orang baik untuk berbicara mengenai hal yang bertujuan mencegah perpecahan di masyarakat.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu mengharapkan apa yang ada di berbagai media sosial itu bersifat positif.

Hal itu, kata Ganjar, bisa dilakukan orang-orang yang bijaksana, matang, dan baik.

Di lain pihak, Wakil Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat di daerahnya memanfaatkan momentum perayaan Natal dan Tahun Baru sebagai ajang perbaikan.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar perayaan tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan sewajar-wajarnya sehingga tidak memberatkan dan berlebihan.

Media Indonesia 

 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: