Home / BISNIS / Konsep Makerting ”Gila”, Pertamina Raih MOTY 2016
Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang saat menerima penghargaan Marketeers of The Year 2016 (MOTY 2016). (foto: detikom)

Konsep Makerting ”Gila”, Pertamina Raih MOTY 2016

JAKARTA, LASPELA- Pertamina dianugerahi penghargaan Marketeers of The Year 2016 (MOTY 2016) dengan kategori melakukan penjualan kepada masyarakat secara langsung lewat produk downstream non subsidi.

Acara tersebut dihadiri langsung Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan beberapa penerima penghargaan lainnya.

Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang mengaku dalam menjalankan kategori downstream punya andalan konsep marketing ide ‘gila’. Apalagi, menurutnya, selama ini dalam bisnisnya, Pertamina mengutamakan keadilan sosial dalam menjalankannya.

“Konsep marketing baru yang kita coba kembangkan marketing ‘gila’. Marketing gila kami yakin ‘gila’ posisi paling tinggi di atas kreatif,” kata Bambang dalam acara Markplus Conference di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (8/12/2016).

Ahmad menambahkan, perseroannya mengambil langkah ekonomis dengan memisahkan produk subsidi serta non subsidi. Dengan keluarnya, produk Pertalite, Pertamina Dex, dan Elpiji Pink 5,5 kilogram (kg). “Subsidi makin besar karena volume naik terus waktu itu,” katanya menambahkan.

Pertamina kemudian melakukan beberapa strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan produknya. Salah satunya dengan membatasi pembelian BBM subsidi.

“Kita meluncurkan 3 strategi utama, pertama mengubah transformasi culture Pertamina dan marketing. Begitu bicara marketing pelayanan kuota dan beli banyak nggak boleh,” kata Bambang.

Tidak berhenti sampai di situ, Pertamina juga mendapatkan tugas untuk menerapkan kebijakan BBM satu harga di seluruh Indonesia. Sehingga seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan keadilan dalam menikmati BBM di negerinya sendiri.

“Inovasi ketiga keadilan sosial dengan kebijakan satu harga nasional. Saya hanya pelaksana saja atas nama Pertamina,” tutup Bambang.

Sumber: detikom

 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: