Home / BANGKA BELITUNG / Distanbunnak Babel Fokus Perhatikan Lada di 2017 
Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Toni Batubara (foto: Radar)

Distanbunnak Babel Fokus Perhatikan Lada di 2017 

  • Gandeng UGM Tingkatkan Produktifitas
  • Petani Lada akan Dibantu Pupuk
  • Dicarikan Solusi Atasi Penyakit pada Lada

PANGKALPINANG, LASPELA – Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan (Distanbunnak) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Toni Batubara menegaskan, pihaknya pada tahun 2017 mendatang akan fokus memperhatikan lada. Termasuk upaya mengatasi penyakit kuning dan busuk pada batang lada.

“Kita akan coba fokus, kita bantu pupuk petani, kemudian membantu mengatasi penyakit kuning yang selama ini menghantui lada petani kita, kemudian penyakit busuk pada batang lada,” kata Toni kepada awak media, Selasa (29/11/2016) kemarin.

Untuk mengatasi penyakit kuning pada daun lada ini, jelas dia, Pemerintah Provinsi Babel melalui dinasnya akan bekerjasama dengan berbagai pihak, yakni dari UGM, dan lainnya.

Dengan begitu, Toni Batubara optimistis lada akan dapat terus ditingkatkan dan produktivitasnya meningkat seiring perlakuan maksimal dari petani terhadap tanaman lada ini.

“Tahun depan (2017-red) fokus terhadap produktivitas lada dan bagaimana mengatasi penyakit yang sering terjadi pada tanaman ini,” tegasnya.

Meski anggaran Distanbunnak Babel yang hanya Rp13 M pada tahun 2017, Toni yakin anggaran dengan nominal tersebut akan dimaksimalkan untuk berbagai sektor di lembaganya.

“Ya cukup, kita sesuaikan dengan keuangan daerah, dan kita coba mengefisienkan kegiatan kita tapi tetap mengakomodir sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dari sektor pertanian, peternakan dan perkebunan kita coba akomodir semuanya,” ucapnya.

Distanbunnak juga tidak hanya fokus pada tanaman lada. Bersama TNI, dijelaskan Toni, pihaknya akan terus melakukan pencetakan sawah di Babel, dimana dialokasikan sekitar 5.000 hektar cetak sawah baru yang akan dilaksanakan tahun depan.

“Sawah masih terus kita kejar, dalam upaya swasembada pangan, kita dapat jatah 5.000 hektar, ini akan berkoordinasi dengan kabupaten/kota bagaimana persiapan lahannya, mudah-mudahan semua berhasil,” tutup Toni Batubara.

Penulis: Abdullah Randi
Editor  : Stefan H. Lopis 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: