Home / BISNIS / BI Edukasi 240 Jurnalis Ekonomi Se-Indonesia
Suasana temu jurnalis daerah bidang ekonomi (foto: Randi)

BI Edukasi 240 Jurnalis Ekonomi Se-Indonesia

JAKARTA, LASPELA – Bank Indonesia (BI) mengedukasi 240 jurnalis ekonomi dari berbagai Kabupaten/Kota se-Indonesia agar lebih paham dengan tugas BI sehingga dalam penulisannya mampu menyajikan tulisan bermanfaat bagi masyarakat.

Kegiatan yang diwali dengan acara Welcoming Dinner tersebut berlangsung di Ruang Chandra, Gedung Kebun Sirih, BI Jakarta Pusat, Minggu (9/10/2016) malam.

Kehadiran ratusan jurnalis  batch kedua dalam makan malam tersebut merupakan salah satu agenda Pelatihan dan Temu Wartawan Daerah se-Indonesia, yang rencananya digelar selama 4 hari dari  tanggal 9 hingga 12 Oktober 2016, di Hotel Grand Mercure Harmoni, Jakarta Pusat.

Andi Wiyana, Deputi Direktur Departemen Komunikasi BI yang membuka malam dinner tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh wartawan yang berkenan hadir untuk makan malam bersama sekaligus menjalin silahturahmi.

“Sekitar 240 wartawan dari 24 kota di Indonesia hadir disini. Kita ingin mengakrabkan para jurnalis yang biasa meliput BI . Tidak hanya di daerah masing-masing, tetapi se-Indonesia.  Kami berhitung jumlahnya lebih 500 orang makanya kita buat dua grup,” tuturnya.

Kehadiran para jurnalis malam itu disambut tari Nandak Ganjen. “Kami menyambut para jurnalis. Silahkan berkenalan bersama rekan-rekan dari daerah lain. Tari Betawi Nandak Ganjen ini melambangkan kegenitan dari masa puber ke remaja. Sedangkan ondel-ondel lambang penolak balak yang dulu diyakini untuk menjaga kampung,”jelas Andi Wiyana.

Sementara itu, Direktur Komunikasi BI, Arbonas Hutabarat pun menyambut gembira para jurnalis dari berbagai media ini di Indonesia.

“Ini adalah rangkaian kegiatan kita dimana kita melakukan sosialisasi pelatihan tentang 3 fungsi Bank Central (BI),”ucapnya.

Dia menjelaskan,  3 fungsi tersebut yakni fungsi moneter yakni untuk menjaga stabilitas rupiah, inflasi dan nilai tukar. Dimana kondisi global terakhir dan kenaikan acuan bunga equivalen rate serta perekonomian domestik.

Kedua, lanjutnya, Kebijakan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah dan serta ketiga soal makro prudential yang meliputi pengaturan penyaluran kredit, suku bunga dan DP minimal perumahan.

Bank Indonesia berharap, para jurnalis dapat mendukung dan menyebarluaskan kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia.

“Tujuannya untuk persamaan persepsi tentang penyeberluasan informasi tentang kebijakan BI. Dimana kita berharap dapat menjadi pendukung kebijakan BI, agar masyarakt Indonesia dapat mengetahui hal-hal tersebut,” pungkasnya.

Penulis: Randi
Editor  : Stefan HL

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: