Home / EDU-BUDAYA / Livi dan Karapan Sapi Madura
Menpora Imam Nahrawi saat menerima Livi Zheng di ruang kerjanya, Senin (1/8) siang. (foto: kemenpora.go.id)

Livi dan Karapan Sapi Madura

JAKARTA, LASPELA– Livi Zheng, seorang sutradara muda asal Indonesia  berhasil menorehkan prestasinya di dunia perfilman Amerika Serikat dengan film perdananya “Brush with Danger”.  Film ini masuk ajang seleksi nominasi Oscar untuk kategori “Best Picture” pada “Academy Awards 2015”.

Film ini pun mendapat tanggapan baik dari pecinta sineas Indonesia, bahkan Menpora Imam Nahrawi saat menerima Livi Zheng di ruang kerjanya lantai 10, Senin (1/8) siang, sangat bangga dengan sineas kelahiran Malang, Jawa Timur ini.

Pada kesempatan itu, Livi juga memperlihatkan  karya-karya film yang sudah dihasilkan kepada Menpora. Wanita berusai 26 tahun ini bakal mempersiapkan film bertema kerapan sapi yakni budaya pacuan sapi dari Madura.

Joki memacu sapi kerapan di Lapangan kerapan sapi Desa Durbuk, Pademawu, Pamekasan, Jatim, Jumat (9/1). Pemkab Pamekasan akan mengajak Badan Koordinator Wilayah (Bakarwil) Pamekasan dan tiga bupati di Madura untuk membicarakan sistem atau kemasan kerapan sapi yang lebih baik sehingga lebih layak jual terutama bagi wisatawan asing. ANTARA FOTO/ Saiful Bahri/ed/ama/15

Joki memacu sapi kerapan di Lapangan kerapan sapi Desa Durbuk, Pademawu, Pamekasan, Jatim, (ANTARA FOTO).

Kepada Menpora,  Livi mengaku tertarik melestarikan budaya Tanah Air yang tidak dimiliki bangsa lain. “Tradisi seperti ini haruslah diabadikan dan salah satu caranya adalah dengan membuat film bertema karapan sapi,” kata Livi,

Menpora pun sangat mendukung film kerapan sapi ini. Menurutnya,  kerapan Sapi sudah menjadi tradisi budaya masyarakat Madura yang turun-temurun dari generasi ke generasi.

“Pertanyaan mendasar, ada apa dibalik kerapan sapi Madura sehingga bertahan sampai sekarang. Ini sebuah karya anak bangsa yang layak dihargai dan sangat membanggakan, melalui karya ini, akan mendorong para sineas muda untuk tampil dan  sukses menembus pasar Hollywood,” tambah Menpora.

Sumber: Kemenpora 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: