Home / BANGKA BELITUNG / “Wisata Babel Tak Kalah dengan Bali”
DR. Sofian Lusa, SE, M.Kom, M. Disc, CBA, ATP, Rektor STIKOM ITKP Jakarta . (foto/ist)

“Wisata Babel Tak Kalah dengan Bali”

PANGKALPINANG, LASPELA – Rektor STIKOM ITKP Jakarta DR. Sofian Lusa, SE, M.Kom, M. Disc, CBA, ATP mengatakan, selama ini pemerintah dan masyarakat terlena terhadap pertambangan dan melupakan pariwisata yang memiliki potensi unggulan.

“Sudah saatnya bertranformasi ekonomi, dari pertimahan ke pariwisata. Kenapa pariwisata, karena sektor ini bisa menimbulkan industri kreatif dan UMKM yang otomatis bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat dan pemerintah disamping sektor unggulan lainnya seperti perikanan dan kelautan maupun pertanian dan perkebunan,” kata Sofian Lusa seusai melakukan Penandatanganan MoU Pemberian Bea Siswa dengan Ketua KNPI BABEL, Bambang Patijaya SE MM.

Sofian Lusa mengatakan, “Sepuluh tahun  lalu saya sering membawa wisatawan dari negara Eropa, seperti Belanda, Inggris dan lainnya. Mereka sangat takjub akan keindahan alam maupun pantai di Negeri Laskar Pelangi ini, bahkan mereka mengatakan tidak kalah dengan Bali.”

Disarankan,  jangan hanya menghandalkan alamnya saja.  “Topanglah dengan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) nya juga. Kalau hanya mengandalkan keunggulan komparatif dari alam itu sendiri tanpa dilengkapi yang lainnya, para wisatawan cuma satu kali saja datang ke Bangka maupun Belitung,” ungkap Sofian.

Lebih lanjut ia mengatakan  kalau pemerintah provinsi atau daerah sudah merancang membangun sektor pariwisata, otomatis kebijakan harus diarahkan  secara konkrit bukan omongan semata.

“Misalkan bangun sekolah pariwisata atau sekolah tinggi pariwisata yang benar-benar menerapkan tentang layanan yang berhubungan kepariwisataan dan langsung praktek. Sekain itu harus menguasai bahasa asing, jangan cuma kurikulum biasa-biasa saja,” tandasnya.

Pariwisata itu, kata Sofian Lusa, adalah “ekosistem”.  Ekosistem itu didalamnya meliputi ada penyedia, pemakai dan perantara. Hal itu adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pemerintah sebagai regulator itu harus jelas kalau fokus sektor pariwisata ya pariwisata, jangan ragu maupun bimbang.

Potensi-potensi keunikan khas Babel, saran Sofian, mulai sekarang harus di inventarisir seperti batik cual, kuliner, tarian, cagar budaya dan lainnya. Bila perlu bikin website yang lengkap tentang destinasa wisata yang ada di Babel.

Bandara sebagai gerbang utama ke provinsi Babel juga harus berbenah dan harus pasang keunikan khas pantai maupun lainnya seperti  di Bali, informasi centernya lengkap. (ar)

 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: