Home / Detik / EKO-BISNIS / HEADLINE / NASIONAL / NEWS

Selasa, 14 Juni 2016 - 06:19 WIB

Kadin Imbau Pengusaha Tak Ambil Untung Besar saat Puasa dan Lebaran

Ketum Kadin saat mengunjungi pusat perbelanjaan Thamrin City (Ardan Adhi Chandra)

Ketum Kadin saat mengunjungi pusat perbelanjaan Thamrin City (Ardan Adhi Chandra)

JAKARTA, LASPELA– Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani, menghimbau seluruh pengusaha yang berkecimpung di berbagi industri, agar tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi saat puasa dan Lebaran. Hal ini disampaikan Rosan saat mengunjungi pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (14/6/2010).

“Namanya juga pengusaha, untung itu sesuatu yang wajar. Tapi kita tidak ingin mengambil keuntungan dari demand yang tinggi. Saat bulan suci ini, kita juga coba cari pahala yang besar dan membuat usaha kita semakin lebih baik dan berkembang serta berikan azas manfaat,” katanya.

Menurutnya, gejolak harga yang terjadi di berbagai daerah terjadi akibat tren di Jakarta. Jakarta sebagai ibukota negara Indonesia, dijadikan patokan harga pangan di berbagai daerah sehingga apabila terjadi kenaikan di Jakarta maka di daerah lain juga akan mengikuti tren tersebut.

“Jakarta sering jadi barometer harga pangan di seluruh lokasi di Indonesia. Jadi kalau di Jakarta harga ramai turun, harganya ikut turun, harga naik ikut naik. Walaupun tidak selalu seperti itu. Karena Kadin juga lihat dari seluruh provinsi,” imbuh Rosan.

Agar tidak terjadi gejolak harga yang terus berulang setiap tahunnya saat puasa dan Lebaran, pihaknya menghimbau agar pemerintah perlu membuat rencana yang jelas tentang kebutuhan pangan setiap daerahnya. Sehingga harga akan berbagai komoditas pangan di setiap daerah dapat terkontrol dengan baik.

“Kita harus pakai planning yang tidak bisa adhoc atau sesaat. Kita harus punya planning pendek, menengah, dan panjang serta skala prioritas. Sehingga semuanya bisa berjalan sesuai harapan,” ujar Rosan.

Berbagai usaha impor daging sapi yang dilakukan pemerintah juga tidak memberikan efek cukup signifikan terhadap penurunan harga di pasar. Kebijakan impor dinilai sebagai usaha jangka pendek saja untuk menyediakan pangan murah saat puasa dan Lebaran. Pekerjaan rumah pemerintah adalah memastikan distribusi berbagai bahan pangan aman dan juga diiringi regulasi kuat.

“Dibukanya impor besar itu sesaat, karena tidak hanya jalur impornya saja, tapi distribusi, supply chain, sistem regulasi itu yang harus dilihat menyeluruh. Sehingga dengan itu, apa yang diinginkan pemerintah dalam stabilkan harga akan tercapai,” tutup Rosan.

Sumber: detik 

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

PMI Belitung Terima Penghargaan Relawan Covid-19 dari Bupati

EDU-BUDAYA

Mendikbud Usul Penambahan Guru PNS Tingkatkan Kualitas SDM

BANGKA BELITUNG

Pesan Kapolda ke Polres Bangka Barat : Jangan Cepat Puas, Terus Tingkatkan Kinerja

BANGKA BELITUNG

Polisi Ringkus Pelaku Penyebar Berita Hoax Pasar Muntok Tutup 3 Hari

BANGKA BELITUNG

Fatia Salah Satu Penari Gending Sriwijaya Yang Sangat Dikagumi Duta Besar Asia

BISNIS

Harga Emas Turun Akibat Pulihnya Dolar AS

BANGKA BELITUNG

DPRD Babel Berharap Kemenhub dapat Merevisi Peraturan Tarif Harga Tiket Pesawat

BANGKA BELITUNG

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bangka Flora Society Bersama Sahabat Alam Tanam Puluhan Anggrek
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: