Home / BANGKA BELITUNG / Yanuar Tidak Ingin Dengar Suara Musik Larut Malam

Yanuar Tidak Ingin Dengar Suara Musik Larut Malam

MUNTOK, LASPELA— Selama Bulan Ramadhan 1437 H (Hijiriah), Seketaris Daerah (Sekda) Bangka Barat (Babar), Yanuar tidak ingin mendengar suara musik dari tempat hiburan atau warung remang-remang hingga larut malam. Selain tempat hiburan, rumah makan di Negeri Sejiran Setason juga diminta tidak menjual makanan secara terang-terangan di siang bolong.

“Kami telah melayangkan Surat Edaran berkenaan dengan pelarangan aktifitas Prostitusi ataupun penjualan Miras tanpa izin di tempat-tempat hiburan dan warung remang-remang. Selain itu, larangan juga berlaku bagi pemilik warung makan, untuk tidak menjual makanan secara terang-terangan di siang bolong,” kata Yanuar kepada LASPELA, Senin (06/06/2016).

Yanuar mengungkapkan Implementasi Surat Edaran tersebut akan di awasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpolpp) Babar bekerjasama dengan pihak Kepolisian Resort(Polres) Babar. Jika ditemukan ada pelanggaran, maka pelanggar akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan berlaku.

“Katagori gangguan ketertiban umum, yakni Prostitusi, peredaran Minuman Keras(Miras), Judi hingga Premanisme. Semua ini menjadi atensi kami bersama aparat Kepolisian Resort Babar untuk di tertibkan,”ulasnya.

Yanuar berharap adanya rasa saling pengertian dan saling menghargai antara sesama umat manusia di bulan yang penuh barokah ini. Kebiasaan minum-minuman keras dan berbuat hal-hal dosa lainnya segerlah di hilanggkan, lalu bagi pengelolah tempat hiburan malam tanpa izin juga segeralah menghentikan aktifitasnya sebelum ditertibkan secara paksa.

“Kalau sudah di himbau masih bandel, kitapun akan menegakan aturan setegas-tegasnya. Tidak mau lagi kami dengar suara-suara musik hingga larut malam kemudian hari, kalau masih terdengar maka siap menanggung konsekuensi hukumnya kedepan,”kata Yanuar

Agar Ibadah puasa berjalan khusyuk, Yanuar mengajak para tokoh agama, masyarakat dan pemuda di Negeri Sejiran Setason untuk berpartisipasi mengawasi potensi gangguan ketertiban umum di lingkungan masyarakat. Kalau sudah terjadi gangguan ketertiban umum, segera laporkan ke Pemerintah Desa/ kelurahan setempat atau pihak kepolisian agar segera ditindaklanjuti.

“Jika gangguan ketertiban umum kita biarkan, maka akan meluas hingga meresahkan banyak orang,”pungkasnya. (ron)

 

About Yani Basaroni Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: