Home / BANGKA BELITUNG / YJI Babel Dilantik, Gubernur: Ingatkan Masyarakat
Foto bersama sesaat usai pelantikan. (Foto: Randi)

YJI Babel Dilantik, Gubernur: Ingatkan Masyarakat

PANGKALPINANG, LASPELA– Yayasan Jantung Indonesia merupakan sebuah organisasi sosial yang bergerak di bidang advokasi dan pencegahan terhadap bahaya penyakit jantung. Sadar akan pentingnya sosialisasi bagi masyarakat, Yayasan Jantung Indonesia (YJI) pusat mengukuhkan kepengurusan YJI Babel periode 2016-2021 yang diketuai Ny. H. Lenny Rustam Effendi, Senin (23/05) lalu.

Selepas dilantik, istri Gubernur Babel ini langsung tancap gas. Ia berjanji akan membentuk klub jantung sehat dan kegiatan senam, selain  itu juga akan memberikan informasi, penyuluhan, bimbingan kesehatan jantung, dan upaya pencegahannya kepada masyarakat.

“Kami akan membentuk klub-klub jantung sehat di Bangka Belitung serta kegiatan penyuluhan untuk mendorong masyarakat berperilaku hidup sehat,”ujar Lenny usai dilantik Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia, Syahlina Zuhal, di Gedung Kantor Gubernur Babel.

Leny mengatakan, penyakit jantung (kardiovaskular) menempati rangking satu dunia sebagai penyebab kematian manusia. Untuk itu, menjaga kesehatan jantung lebih baik ketimbang harus mengobati.

“Dengan menerapkan panca usaha jantung sehat, yaitu seimbangkan gizi, enyahkan rokok, hadapi dan atasi stres, awasi tekanan darah, dan teratur berolah raga. Itu semua kunci utama seseorang terbebas penyakit jantung,” paparnya.

YJI 1Sementara itu, Ketua Umum YJI Syahlian Zuhal menyampaikan, bahwa YJI Cabang Babel bisa menjadi motor pergerakan jantung sehat di Indonesia. Saat ini terdapat 31 kantor cabang utama, 61 cabang dan pertumbuhan Klub Jantung Sehat. Total, hingga saat ini, telah berjumlah lebih dari 3.700 klub di seluruh indonesia.

“Penyakit ini menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya. Pada tahun 2008 diperkirakan 17,3 juta kematian disebabkan penyakit kardiovaskuler. 4% di negara berpenghasilan tinggi, dan 42% terjadi di negara berpenghasilan rendah. Angka ini diperkirakan terus meningkat mencapai 23,3 juta kematian pada tahun 2030 mendatang,” tukasnya.

Menurut dia, kini orang Indonesia cenderung bekerja dalam waktu yang lebih lama dari biasanya dan lebih sering duduk di depan meja dengan sedikit kegiatan fisik. Maka itu, dibutuhkan kesadaran pentingnya berolahraga secara teratur dan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna memastikan jantung berfungsi normal.

“Pertumbuhan ekonomi diikuti urbanisasi yang pesat dan peralihan pekerjaan yang tidak membutuhkan banyak kegiatan fisik berakibat meningkatkan resiko kerentanan berbagai penyakit tidak menular. Seperti penyakit jantung dan penyakit paru obstruktif kronik,” imbuhnya.

Biasakan Pola Hidup Sehat

Sementara, Gubernur Babel H. Rustam Effendi mengatakan, seluruh pengurus harus berkomitmen menyampaikan pengentasan penyakit jantung dan hipertensi, agar pencapaian yang dicita-citakan terwujud. “Ini tugas dan amanah yang harus dijalankan pengurus. Berilah pengetahuan kepada masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan selalu berolahraga disetiap aktivitas yang padat,”tuturnya.

Rustam melanjutkan, penyakit jantung dan hipertensi merupakan penyakit yang rentan menyasar setiap orang dan semua kalangan yang pola hidupnya kurang sehat.

“Biasanya penyakit ini bisa terkena kepada semua usia dan kalangan, karena pola hidup tidak diperhatikan seperti sering minum alkohol, merokok, obesitas, kurang olahraga dan lainnya. Ini tugas kita bersama, mari berikan pengetahuan tentang jantung dan pentingnya kesehatan,” pungkasnya. (Ar)

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: