Home / BANGKA BELITUNG / Pamit Mancing, Honorer Korpri Ditemukan Tewas Mengapung Dilaut
jasad Wahyudi di evakuasi

Pamit Mancing, Honorer Korpri Ditemukan Tewas Mengapung Dilaut

MUNTOK, LASPELA– Pergi pamit mancing, pulang datang kerumah dalam keadaan tidak bernyawa. Hal ini dialami seorang Honorer Korps Pegawai Negeri Sipil (Korpri) Sekretariat Daerah(Setda) Bangka Barat(Babar), Wahyudi alias Malik yang tewas diduga karena tenggelam.

Wahyudi diketahui pamit pergi memancing ke pantai Paid Desa Belolaut Kecamatan Muntok, pada Senin (16/05/2016) petang setelah pulang dari kerja. Biasanya menjelang Magrib, Wahyudi pulang kerumah. Namun sampai dengan Selasa (17/05/2016) pagi, wahyudi tak kunjung pulang kerumah.

Lantaran tak kunjung pulang kerumah, maka Senin malam itu pihak keluarga dan tetangga korban datangi sekitar lokasi Wahyudi memancing. Mereka melakukan penyusuran sekitar pantai yang dibantu oleh anggota Sat Pol Air Polres Babar, Pos TNI AL Muntok, Basarnas dan BPBD Babar dan nelayan setempat melakukan penyisisiran lokasi hilangnya Wahyudi.

Karena cuaca tidak memungkinkan, maka pencarian berlanjut keesokan harinya. Setelah hampir seharian melakukan pencarian, akhirnya sekitar pukul 14.30 Wib Wahyudi ditemukan tewas mengapung ditepi pantai Muntok Asin, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok.

Adik kandung Wahyudi, Dewi mengatakan Wahyudi saat itu pamit ingin mancing. Aktifitas itu memang rutin dilakukannya usai pulang bekerja.
“Biasanya menjelang magrib, wahyudi pulang kerumah. Tapi hari itu aneh, dia tidak kunjung pulang kerumah hingga keeseokan harinya,”ungkap Dewi.

Saat pencarian hari selasa pagi, warga sebelumnya mendapati Sepeda motor tergeletak di tepi pantai. Saat ditemukan, posisi sepeda motor nyaris tenggelam karena terseret ombak pantai. Selain motor, warga juga menemukan pancing dan tas yang dibawa Wahyudi saat memancing.
“Motor sama pancing kakak saya ditemukan terlebih dahulu, sebelum jasadnya ditemukan mengapung,” ujar Dewi kepada LASPELA.

Dalam kesehariannya, menurut Dewi kakanya bersikap baik, tidak ada musuh. kepada semua orang dia ramah, semua orang yang di kenal selalu ditegur.
“kami anggap hal ini musibah, mudah-mudahan ada hikmahnya,”kata Dewi.

Atas ditemukannya jasad Wahyudi, Dewi mewakili keluarga mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait karena telah melakukan pencarian jasad kakaknya tersebut hingga ketemu.

Kasat Pol Air Polres Babar AKP Elpiadi mengatakan, penyisiran dilakukan senin(16/05/2016) malam. Namun tim gabungan terkendala cuaca buruk disertai angin dan hujan, sehingga melanjutkan pencarian keesokan harinya.

“Setelah hampir seharian melakukan pencarian pada selasa(17/05/2016), akhirnya sekitar pukul 14.30 Wib   Malikditemukan dalam keadaan tewas mengapung ditepi pantai Muntok Asin, Kelurahan Tanjung,”kata AKP Elfiadi seizin Kapolres Babar, AKBP Daniel viktor tobing.

Setelah dievakuasi, jenazah korban dilarikan  ke RSUD Sejiran Setason, untuk di visum. Dari hasil penyidikan dan visum pihak medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Usai dipastikan tidak ada yang ganjal, selanjutnya korban dibawa kerumah duka,”katanya.

Terkait penyebab kematian korban, menurut AKP Elfian dugaan sementara karena terseret ombak yang besar, disertai hujan dan angin kencang.
“Pas terseret, korban tenggelam hingga jasadnya terombang ambing ke laut Muntok asin,”pungkasnya.

Ditambahkan Kapolres Babar, AKBP Daniel viktor tobing menyebut saat ini cuaca ekstrim dilaut maupun dipinggir laut. Dengan demikian, pihaknya menghimbau agar masyarakat menghentikan aktifitas di laut kalau cuaca kurang bersahabat, sebaiknya pulang kerumah.

“Menyalurkan hobi boleh-boleh saja, tapi lihat situasi dan kondisinya juga seperti apa jangan sampai merugikan diri sendiri dan orang lain,”tutur AKBP Daniel.(ron)

About Yani Basaroni Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: