Home / BANGKA BELITUNG / EKO-BISNIS / KABUPATEN BANGKA

Minggu, 15 Mei 2016 - 18:14 WIB

TPID Wujudkan Stabilitas Harga dan Kendalikan Inflasi

Peserta pembahasan Tim pengendalian Inflansi  Daerah.

Peserta pembahasan Tim pengendalian Inflansi Daerah.

SUNGAILIAT, LASPELAGuna mengantisipasi terjadinya inflasi terkait ketersediaan kebutuhan bahan pokok di pasaran, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) pun dibentuk di Kabupaten Bangka. Tingkat inflasi di setiap daerah diyakini amat ditentukan psikologi masyarakat bersangkutan. “Untuk itu, Bank Indonesia memberikan masukan sehingga TPID kabupaten Bangka menjadi acuan upaya pengendalian inflasi,” ujar wakil bupati Bangka, Rustamsyah, ketika membuka rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Kamis (12/5) lalu.

Dijelaskannya, keberadaan TPID bertujuan mencari jalan keluar jika terjadi kelangkaan barang di daerah sehingga inflasi dapat diminimalisir, demi terwujudnya stabilitas harga dan pengendalian inflasi di kabupaten Bangka.

Jelang Hari Raya Idul Fitri, Wabup Rustamsyah menghimbau tim pengendali inflasi daerah kabupaten Bangka untuk memonitoring ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok yang cenderung diikuti permintaan meningkat signifikan. Monitoring tersebut menurut Rustamsyah, penting dilakukan guna menghindari meningkatnya harga-harga tak terkendali yang berimbas pada inflasi.

“Perlu adanya dukungan dan kerjasama semua pihak agar dapat melaksanakan tugas sesuai tupoksi masing-masing dengan optimal guna menjamin kelancaran dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok, sehingga stabilitas harga terjaga dan tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi,”pungkasnya berharap.

Sementara itu, Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Bayu Martanto, saat menyampaikan materinya terkait pengendalian inflasi yang diikuti TPID Kabupaten Bangka menuturkan, dalam mengantisipasi terjadinya inflasi, pengawasan terhadap distributor bahan kebutuhan pokok harus dilakukan sehingga dapat mengetahui ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat. “Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya inflasi, diantaranya persepsi masyarakat dapat menyebabkan turunnya inflasi, ” jelas Bayu.

Rakor TPID kabupaten Bangka yang dilaksanakan pertama pada tahun 2016, merupakan kerjasama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Biro Perekonomian Provinsi Kepulauan Bangka belitung, dan SKPD Kabupaten Bangka yang tergabung dalam tim. [tom]

 

Share :

Baca Juga

BANGKA BELITUNG

Gubernur Erzaldi dan Wabup Markus Sita Perhatian Warga dalam Acara Perang Ketupat

BANGKA BELITUNG

Sekda dan Kadisdikbud Tinjau Pelaksanaan USBN di SMP 1

BANGKA BELITUNG

Persiapan Porwil Bengkulu dan Pon Papua, Tim Bola Volly Babel Ikuti Try Out ke Yogyakarta

BANGKA BELITUNG

Dewan Pengrajin Nasional dan Tim Penggerak PKK Bina 405 Pengrajin UKM di Babel

BANGKA BELITUNG

Polres Babar Layani Pengaturan Lalu Lintas saat Pulang Sekolah

BANGKA BELITUNG

Pulang dari Bogor, Pegawai Ini Dinyatakan Positif Covid-19

BANGKA BELITUNG

Gubernur Babel Serahkan Bantuan HP Android ke Petugas PPL

BANGKA BELITUNG

PGK Ingin Buat “Malioboro” di Sepanjang Jalan Ahmad Yani
Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d blogger menyukai ini: