Home / BANGKA BELITUNG / RSUD Beltim Selamatkan Korban Tabrakan Kapal Laut
simulasi penyelamatan korban lakalaut

RSUD Beltim Selamatkan Korban Tabrakan Kapal Laut

MANGGAR, LASPELA– Ratusan penumpang kapal penyebrangan laut Pulau Bangka ke Pulau Belitung mengalami luka-luka, setelah kapal yang ia tumpangi mengalami kecelakaan lalulintas di laut. Selain luka-luka, pihak RSUD yang saat itu di bantu oleh Dokter asal Universitas Gaja Mada (UGM) Yogyakarta di buat kewalahan, mengingat luka bakar yang mereka alami cukup parah.

Peristiwa yang terjadi pada kamis(12/05/2016) tersebut bukan kecelakaan lalulintas laut sesungguhnya, melainkan bentuk simulasi penyelamatan korban kecelakaan lalulintas di laut oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) bekerja sama dengan Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta.

Dalam simulasi yang berlangsung di RSUD Beltim, Kamis (12/05/2016), terjadi suatu kecelakaan tabrakan kapal dengan korban yang dievakuasi dari kapal berjumlah 10 orang luka berat dan 24 luka ringan. Korban diangkut dengan kendaraan umum ke instalasi gawat darurat (IGD), RSUD Beltim. Dari kasus tersebut jumlah korban sudah diluar kapasitas kemampuan tim medis IGD sehingga  memutuskan untuk aktivasi tim bencana rumah sakit.

Direktur RSUD Beltim  Dianita Fitriani mengatakan simulasi penanggulangan bencanamerupakan latihan untuk mengantisipasi terjadinya kejadian atau peristiwa serta menguji dokumen dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana.

“Simulasi ini merupakan tanda kesiapsiagaan kita dalam penanggulangan bencana dan bagaimana alur penanganan pasien. Ini adalah salah satu yang kita uji dari dokumen perencanaan yang sudah dibuat,” kata Dianita

Ditambahkannya, pihaknya harus siap dan siaga apabila terjadi suatu peristiwa atau kejadian dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada di rumah sakit.

“Dalam kondisi apapun, kita harus siap menangani dan melayani. Inilah kesiapan kita ketika ada bencana dengan jumlah korban melebihi kapasitas di IGD, bagaimana alur penanganan pasien, fasilitas mana yang harus diberdayakan. Itu semua sudah dibuat dan kita mencocokkan,” jelasnya.

Usai melakukan simulasi, dokter Bella Donna selaku Kepala divisi manajemen bencana dari Pusat Kebijakan Manajemen Kesehatan FK UGM mengatakan persiapan pihak rumah sakit sangat penting dalam penanganan bencana. Kemudian akan dilihat keoperasionalan dokumen rumah sakit sampai dengan tahap simulasi dan evaluasi.

“Kita melihat bagaimana persiapan rumah sakit dari dokumen yang sudah dibuat. Kemudian kita lakukan evaluasi. Dari evaluasi simulasi yang kita lihat tadi, ada beberapa bagian yang belum sesuai, seperti ketika banyak pasien datang, kemudian harus lapor ke direktur, namun belum cepat dilakukan,” kata Bella.

Selanjutnya dokter Bella berharap simulasi bencana yang dilakukan bukan sekedar simulasi biasa, namun bisa berpengaruh, baik pada fisik maupun pada dokumen yang sudah dibuat. (Rell/ron)

 

About Yani Basaroni Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: