Home / BANGKA BELITUNG / Pendekatan Humanis Cegah Narkoba | BANGKA BELITUNG

Pendekatan Humanis Cegah Narkoba | BANGKA BELITUNG

“Kami harapkan BNK Kab. Bangka Selatan dapat melakukan pendekatan humanis agar penyalahgunaan narkoba di Basel dapat diminimalisir”

(Sahirin, ketua GP Ansor)

TOBOALI, LASPELA— Makin maraknya peyalahgunaan Narkoba di Negeri Junjung Besaoh membuat Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bangka Selatan angkat bicara. Penyalahgunaan Narkoba yang telah menjadi isu Nasional dan tergolong extraordinary crime alias kejahatan tingkat tinggi ini harus mendapat penangan serius berbagai pihak dalam meminimalisir penyalahgunaan narkoba tersebut.

Ketua GP Ansor Sahirin mengungkapkan, penangan penyalahgunaan Narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bangka Selatan baru sebatas sosialisasi. Padahal kata dia, penyelahgunaan Narkoba di Basel sudah menyentuh level anak-anak. Hal inilah yang harus menjadi perhatian serius penggiat anti Narkoba termasuk BNK.

BNK diharapkan dapat melakukan pendekatan humanis kepada seluruh level sampai ke tingkat RT dalam mencegah penyalahgunaan Narkoba, sehingga ruang gerak penyalahgunaan pun dipersempit. “kami harapkan BNK Kab. Bangka Selatan dapat melakukan pendekatan humanis agar penyalahgunaan narkoba di Basel dapat diminimalisir “jelas Sahirin, ketua GP Ansor kepada LASPELA, Kamis (05/05/2016).

Urgensi Sinergitas

GP Ansor berharap BNK Kabupaten harus menjadi motor penggerak dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba di Bangka Selatan. Untuk pencegahan, BNK dapat bekerjasama dengan Lurah / Kades dengan melibatkan Rukun Tetangga (RT) setempat karena mereka yang lebih dekat dan lebih mengerti kondisi masyarakat sekitar.Untuk melakukan penindakan, BNK diharapkan dapat bekerjasama dengan aparat penegak hukum.

“Kami berharap BNK jadi motor penggerak dalam pencegahan dan penindakan. Untuk melakukan pencegahan BNK kan bisa bekerjasama dengan Lurah/Kades dengan melibatkan RTnya dan tokoh-tokoh agama, ini yang kami maksud pendekatan humanis tadi. Untuk melakukan penindakan harus bekerjasama dengan Kepolisian. Selama ini program BNK hanya sosialisasi saja padahal ini sudah menjadi masalah serius mulai dari nasional sampai ke daerah,”tutur Sahirin.

Sudah saatnya semua elemen bersinergi memadukan komitmen yang sama demi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba yang sudah menjadi ancaman serius generasi penerus bangsa. Jika penanganan lamban, negara ini akan runtuh karena rusaknya generasi penerus oleh narkoba. (Wins)

 

About Stefanus Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: