Home / BANGKA BELITUNG / Petugas Kesehatan Babar Diwajibakan Senyum Sapa Salam | BANGKA BELITUNG

Petugas Kesehatan Babar Diwajibakan Senyum Sapa Salam | BANGKA BELITUNG

‪MUNTOK,LASPELA— Hilangkan keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan tidak prima oleh petugas kesehatan, Bupati Bangka Barat(Babar), H.Parhan Ali kumpulkan semua tenaga kesehatan se Babar di gedung Operasional Room OR II pemkab Babar, pada Selasa (26/04/2016).

Pada pertemuan yang melibatkan Kepala Dinas Kesehatan Andi Nurtito, Ketua Ikatan Dokter Babar (IDI) Babar dr Zainal, asisten II Ridwan tersebut. Parhan Ali menekankan kepada petugas kesehatan terutama para dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.‬
‪”Terus terang saya sangat kecewa sekali setelah mendengar keluhan warga terkait pelayanan tidak maksimal dari tenaga medis di RSUD Sejiran setason,”kata Parhan Ali.

Parhan juga menjelaskan tenaga medis harus ramah terhadap pasien, siapapun dia. Perlu diketahui bersama, selain tindakan medis melalui pengobatan untuk menyembuhkan diri secara fisik juga diperlukan ketenangan bathin bagi pasien dengan cara menghibur mereka melalui kata-kata semangat.

“Bayangkan saja kalau kita dalam kondisi sakit, terus lihat petugas kesehatannya bermuka cemberut. Boro-boro kita mau sembuh, bisa-bisa tambah parah sakitnya. Hal inilah harus kita hindari, terapkan kebiasaan senyum, sapa dan salam kepada pasien di Negeri Sejiran Setason,”kata Parhan.

Pelayanan prima juga harus didukung dengan alat-alat kesehatan(Alkes) yang memadai. Menuju hal itu, Parhan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) maupun RSUD mengusulkan pengadaan Alkes melalui skala perioritas pada anggaran perubahan tahun 2016.
“Saya minta kepala Dinas Kesehatan dan RSUD Sejiran Setason kalaupun ada Alkes yang rusak, cepat-cepatlah di ganti jangan dibiarkan,”tuturnya.

Selain itu, penganggaran penunjang pelayanan kesehatan juga harus terukur hingga permasalahan hal terkecil. Sebelumnya, Parhan sempat mendengar ada salah satu Puskesmas dari 6 Puskesmas se Babar memiliki mobil ambulance namun sering tidak ada Bahan Bakar Minyak(BBM) ketika hendak menghantar pasien rujukan.

“Sedih saat mendengar adanya keluhan pasien rujukan harus menggunakan mobil rental ke RSUD Sejiran setason dari Puskesmas. Sementara mobil ambulance tidak bisa digunakan karena tidak ada BBM. Jadi, apa kerja Puskesmas ini, memalukan sekali,”tegas Parhan.

Parhan meminta adanya perbaikan mental dari sejumlah petugas kesehatan. Biasakanlah bekerja ikhlas, jangan mengharapkan sesuatu dari masyarakat yang keluarganya sedang sakit.

“Mudah-mudahan kedepan tidak adalagi keluhan-keluhan dari pasien terkait pelayanan kesehatan yang ditangani oleh RSUD Sejiran setason maupun puskesmas lainnya,”pungkas Parhan (ron)

About Yani Basaroni Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: