Home / BANGKA BELITUNG / SUTT Alternatif Baru Atasi Krisis Listrik Di Bangka Selatan | BANGKA BELITUNG

SUTT Alternatif Baru Atasi Krisis Listrik Di Bangka Selatan | BANGKA BELITUNG

Toboali, LASPELA – Kondisi listrik yang masih sering padam di Bangka Belitung Khususnya di Kabupaten Bangka Selatan (Basel) sepertinya bakal teratasi oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan langkah mendirikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Gardu Induk agar kekurangan listrik di Basel dapat disuplay dari daerah lain, demikian sebaliknya dengan adanya sistem SUTT akan dapat saling menutupi kekurangan listrik antar daerah di Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Rencana mendirikan SUTT tersebut disampaikan oleh Kepala Unit Pembangunan III PLN Wilayah Palembang, Adril Fazrie dan Manager PLN Wilayah Babel Nang Cik pada acara Sosialisasi dan Konsolidasi Pembangunan SUTT dan Gardu Induk di gedung Serbaguna Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (20/04/2016).

Dalam kesempatan tersebut, Nang Cik memaparkan kondisi listrik di Bangka Selatan yang terpusat di PLN Toboali hanya mempunyai daya sebesar 8 Mega watt (Mw) sedangkan kebutuhan listrik di Bangka Selatan sudah mencapai diatas 10 Mega watt.

Kondisi inilah yang menyebabkan seringnya terjadi pemadaman listrik secara bergiliran di Bangka Selatan karena kemampuan saluran listrik yang ada belum mampu menyalurkan listrik secara maksimal ke PLN Toboali sebagai tambahan pasokan listrik.

” Daya listrik di PLN Toboali ini hanya 8 Mega watt sedangkan pemakiannya sudah diatas 10 Mega watt ditambah lagi dengan kondisi saluran listrik yang belum maksimal untuk meyalurkan listrik dari daerah lain sehingga menjadi penyebab seringnya terjadi pemadaman aliran listrik secara bergilir,” Jelas Nang cik.

Sementara, Adril Fazrie berharap supaya Pemerintah Daerah dan Masyarakat Bangka Selatan mendukung proses pembangunan SUTT dan Gardu Induk di wilayah Bangka Selatan demi kelancaran pasokan listrik ke wilayah Bangka Selatan sehingga pemadaman listrik yang terjadi selama ini tidak terulang terus.

Adril memaparkan, lahan warga yang terkena titik pembanguan menara dan saluran SUTT akan diberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, agar masyarakat tidak dirugikan.

Pembanguan SUTT yang sudah dimulai dari Sungailiat, Air Anyer, Pangkalpinang dan Belitung akan dilanjutkan ke wilayah-wilayah lainnya di Babel untuk selanjutnya diintegrasikan ke wilayah Sumatra melalui Palembang sehingga tidak ada kendala lagi terhadap pasokan listrik di Bangka Selatan.

Untuk Kabupaten Bangka Selatan, pembangunan menara SUTT di lakukan di sepanjang jalan Air Bara sampai ke Toboali sebanyak 206 titik menara dan 1 Gardu Induk yang dibangun di Desa Gadung Kecamatan Toboali. Titik-titik menara tersebut sudah di survey oleh pihak PLN dan diharapkan Kepada Kades dan Camat diwilayah tersebut supaya dapat menyampaikan rencana ini kepada masyarakat demi kepentingan bersama.

Pada Kegiatan sosialisasi ini hadiri Ir. Budi Setyo selaku Staff Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, beberapa Camat dan Kades.

Menurut Ir.Budi Setyo dalam sambutannya, Kegiatan ini memang merupakan amanat UU No.2 tahun 2012 pasal 10 huruf F tentang Pembangunan Jaringan yang didalamnya termasuk pembangkit, transmisi, gardu, jaringan dan distribusi tenaga listrik.

“Terkait adanya rencana kompensasi lahan masyarakat yang akan terkena proses pembangunan menara dan saluran SUTT oleh pihak PLN Pemkab juga sangat mengapresiasi agar masyarakat tidak dirugikan. Pemkab Basel juga berharap pihak PLN selalu berkoordinasi dengan pihak Pemkab agar Pembangunan menara SUTT nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi RTRW Kabupaten Bangka Selatan serta taat azas,” terang Budi Setyo.

Budi menegaskan, Pemda Basel sangat mendukung rencana pembangunan SUTT dan Gardu induk tersebut oleh pihak PLN, hal tersebut karena Kabupaten Bangka Selatan memang membutuhkan pasokan listrik yang baik agar masyarakat dapat menikmatinya dan pelayanan publik di kantor pemerintah berjalan dengan lancar.

Ia mengakui, kondisi listrik di Basel selama ini memang sering terjadi pemutusan aliran, untuk diharapkan masyarakat juga mendukung rencana PLN ini demi kepentingan bersama.

Kondisi Listrik di Kabupaten Bangka Selatan lanjut Budi, memang belum memadai, hal ini terbukti dari masih seringnya terjadi pemadaman listrik, Pemerintah maupun pelaku Dunia Usaha dan Industri di Bangka Selatan tidak dapat menikmati listrik dengan baik. Oleh karena itu patutlah jika semua pihak mendukung dan mengapresiasi langkah PLN untuk membangun SUTT sebagai alternatif kelancaran pasokan listrik ke Bangka Selatan supaya bisa menikmati listrik seperti di Pulau Jawa dan Bali.

“Semua itu mereka nikmati karena adanya infrastruktur listrik yang memadai seperti Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). Sekarang giliran kita lagi yang akan menikmati listrik yang memadai apabila pembangun SUTT dan Gardu Induk di Kabupaten Bangka Selatan dapat terealisasi dengan baik,” pungkasnya (win/naf).

About Yudhie Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: