Home / BANGKA BELITUNG / GP Anshor Bangkitkan Semangat Rasa Berpolitik | BANGKA BELITUNG

GP Anshor Bangkitkan Semangat Rasa Berpolitik | BANGKA BELITUNG

Pangkalpinang, LASPElA – “Politik Bangka, Politik Rasa”, merupakan tema yang diangkat oleh Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Propinsi Bangka Belitung (Babel) ketika menggelar program diskusi Majelis Demokrasi Bertumbuh di sekretariat GP Ansor Babel Pangkalpinang, Kamis (14/04/2016) malam.

Program diskusi ini digelar berangkat dari niat untuk memberikan pencerahan politik kepada semua elemen politik baik itu parpol, konstituen sampai kepada pengamat politik dalam menumbuhkan semangat rasa berpoliti kepada generasi muda, mahasiswa dan organisasi masyrakat.

“Kita ingin mendewasakan baik dari sisi mekanisme recruitment politik sampai pada bagaimana mereka harus mengkampanyekan diri”, terang Pimpinan Wilayah GP Ansor Babel, Masmuni Mahatma kepada media LASPELA.

Masmuni mengatakan kegiatan diskusi seperti ini akan terus dilakukan dengan tema yg berbeda-beda dan tentunya mengundang semua elemen masyarakt seperti majelis-majelis, mahasiswa, organisasi kepemudaan dan organisasi masyarakat.

Pada kegiatan diskusi pedana ini menurut Masmuni, anemo peserta yang diundang sangat luar biasa untuk menghadiri diskusi, hal ini merupakan suatau penawar dari publik untuk mencari rasa yang pas dalam berpolitik.

“Diskusi selanjutnya kita akan masuk kedalam pembahasan mengenai pemilu, media masa dan politik untuk menemukan bagaimana menemukan suatau kondisi fakta yang akan kita berikan kepada elemen-elemen dan menjadi sentuhan generasi muda untuk menajadi bahan pembicaraan politik yang akan datang,” jelasnya.

Masmuni menambahkan, Babel terkenal dengan suasana melayu yangg begitu islamic, santun, agamis dan simpatik, namun sekarang sepertinya tidak ada karakter dan tidak ada rasa politik seperti itu lagi.

Hal tersebut belum diketahuinya apakah dihilangkan oleh suatu situasi sosial atau terhilangkan dengan paradigma alternatif dari masyarakat atau sebetulnya masyarakat sudah mulai mengabaikan diri dari semangat melayu yang begitu santun tersebut.

“Saya kira ranah ini (diskusi) dalam rangka membuka kembali gairah-gairah dan situasi sosial, culture, politik yang pada akhirnya mampu memperjuangkan kematanagn berpolitik, baik dari sisi sistem sampai sisi pemilih bisa menentukan bidangnya secara leluasa,” tutu Masmuni.

Kedepan lanjutnya, GP Anshor akan mebuat satu rilis dari beberapa hasil diskusi yang dilakukan dan menyampaikan
rekam prosesnya seperti apa? Untuk kemudian di baca dan dilirik kembali oleh politikus di Babel, pengamat dan bahkan pada posisi kebijakan,” tandas Masmuni.

Dengan demikian Masmuni berharap, masyarakat terbuka untuk mencari dan menenmukan rasa dalam budaya dan politik babel pada umumnya.

Sementara, Wakil ketua PW GP Ansor Babel, Feryandi menambahkan, kegiatan diskusi Demokrasi Bertumbuh akan terus digelar secara rutin setiap malam jumat dengan nara sumber yang berbeda-beda.

Untuk diskusi perdana, GP Anshor mengundang narasumber Politikus PDIP Babel, Albana, Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Babel, Darwis Neta dan Dekan Fakultas Sosial Politik Universitas Bangka Belitung, Dr Ibrahim.

“Kita mencoba menjalin silahturahmi sekaligus membahas demokrasi berbasis kearifan lokal dengan politik rasa. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan tali silahturahmi dan manfaat bagi semua,” harap Feryandi.

Selain kegiatan diskusi, GP Ansor Babel juga mengadakan seminar sehari penyegaran kebangsaan pada tanggal 28 April 2016 di gedung LPMP Propinsi Babel serta kegiatan rutin perkaderan PKL GP Anshor. (naf)

About Yudhie Laspela

Chinese (Simplified)EnglishIndonesianSpanish
%d bloggers like this: